Mohon tunggu...
Peny Widi Harini
Peny Widi Harini Mohon Tunggu... Writerpreneur of Edwrite Indonesia, Penulis, Motivator Muslimah..

Instagram || • @penywidi Menulislah Untuk Menginspirasi dan memberikan banyak manfaat, Bukan hanya sebatas Untuk Mencari Kepopuleran saja. ❤

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Secercah Ungkapan Nasihat Dariku

2 Mei 2021   07:12 Diperbarui: 2 Mei 2021   07:27 303 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Secercah Ungkapan Nasihat Dariku
dok. instagram @muslimah.salafy

Disela - sela carut marut dan hiruk pikuknya denyut kehidupan para kaum metropolitan di kota industri, kulecut tangan ini untuk menuangkan biru di atas putih untuk sebuah bahan renungan dan cerminan diri yang penuh cela ini.

Masa lalu telah terlewati dengan mengenang seribu satu kisah dan cerita yang mengalir sesuai iringan suratan takdir dari Dzat yang mengatur segalanya. 

"Tik ... Tik ...Tik" detik jam selalu berjalan dan terus berputar mengikuti dan menemani irama perjalanan Bani Adam.

Mengejar, menumpuk, dan menghamba kepada dunia adalah perilaku tercela mayoritas komunitas penguji bumi ini. Canda, tawa permainan manusia yang seakan tiada habisnya,waktu dan masa terus menggiring dan menyeretnya hingga sampai pada detik terakhir penentuan.

Dalam waktu sedetik, ia berganti alam ...

Dalam waktu sedetik, ia tak mampu menambah amal ...

Dalam waktu sedetik, harapan dan anggan-anggannya pupus ...

Dalam waktu sedetik, ia menjadi bangkai yang tergeletak dan tak berdaya...

Jika pada detik itu, Rahmat dan Ampunan Allah belum ia dapatkan maka yang ada hanyalah penyesalan, penyesalan dan penyesalan. Rumus perjalanan Bani adam tak ada yang mampu untuk memahami dan menerawangnya, satu dan ribuan orang sudah membuktikannya betapa tidak? Jika saat itu keduanya terlihat akrab bersama,bukan mustahil jika di hari esok mereka terpisahkan dengan dua alam yang berbeda. 

Jika di pagi itu keduanya masih bisa bercengkrama dan tertawa ria bisa saja bila di sore harinya, pemandangan tersebut sudah padam untuk selamanya. Ia seorang diri harus meneguk minuman yang bernama "Kematian" tersebut tergeletak dan tak berdaya sekedar berteriak pun ia tak kuasa, ia sudah berada di suatu titik menuju amal pendakian ke negeri akhirat bermalam di ruang kubur. Renungkanlah! 

Teman-temanku sekalian, betapa cepatnya bergulir waktu ini hingga satu persatu mereka mereka yang dahulu berada disekitar kita telah mendahului kita menghadap Allah Ta'ala, Sang Pencipta alam raya ini untuk mempertanggungjawabkan semua tindakan dan amalnya yang telah mereka perbuat sela di dunia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x