Regional

Maluku Harus Beda

14 Januari 2018   15:24 Diperbarui: 14 Januari 2018   15:31 86 0 0
Maluku Harus Beda
dokumentasi pribadi

Ambon. Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) kepada Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda,  Insan Pers dan Komponen Masyarakat di wilayah Maluku. Dalam pelaksanaannya Danrem 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian Kurnianto Tehuteru memberikan arahan kepada para tamu undangan melalui paparan dengan judul Maluku Harus Beda, bertempat di Baelio Slamet Riyadi Makorem 151/Binaiya, Sabtu (13/1).

Maluku Harus Beda tersebut merupakan judul yang diangkat sebagai wujud kepedulian Korem 151/Bny untuk selalu berada ditengah-tengah masyarakat dalam rangka mempelopori terjaganya stabilitas keamanan di Maluku, terlebih lagi dihadapkan dengan mengawali langkah kita memasuki tahun politik di Tahun 2018 ini.

Danrem memulai pengarahannya dengan mengucapkan selamat Hari Natal kepada yang merayakan dan Selamat Tahun Baru kepada seluruh hadirin. Setelah itu dilanjutkan dengan sejarah singkat masuknya agama-agama dan negara-negara asing ke Maluku melalui jalur perdagangan dan sudah tentu mempengaruhi adat istiadat, tradisi dan kebiasaan masyarakat Maluku. 

Adapun yang memiliki nilai positif dan masih dipelihara oleh masyarakat antara lain seperti Tari Lenso, Tari Cakalele, Pukul Sapu Lidi di Mamala Morella, Cuci Negeri di Negeri Soya, tradisi Pela Gandong dan banyak lagi yang kesemuanya jika dilestarikan dan dikembangkan akan menjadi objek wisata serta tontonan yang menarik dan dapat memiliki nilai jual yang tinggi. Hari peringatan terhadap Pahlawan seperti Pattimura dan M.C. 

Tiahahu juga dapat dikemas menjadi tontonan menarik bagi wisatawan. Namun demikian, masih terdapat juga adat, tradisi maupun kebiasaan yang bersifat negatif yang harus diminimalisir, bahkan dihilangkan seperti kebiasaan minum miras, penyelesaian masalah dengan angkat parang dan tombak, euphoria berlebihan dan egosektoral serta jiwa korsa yang sempit yang  tentunya kebiasaan-kebiasaan ini akan menghambat kemajuan bagi Maluku.

Untuk maju kita harus mau berubah. Keberanian orang Maluku sudah tidak diragukan lagi. Tapi keberanian tersebut harus diikuti dengan kebijakan dan kecerdasan dalam memutuskan. Banyak orang-orang Maluku yang menjadi orang yang berpengaruh seperti Dr. Johanes Leimena, Mr. Johanes Latuharhary dan Prof. Dr Gerrit A. Siwabessy.

Oleh karena itu ajarkan putra putri anak cucu kita untuk berani beda, berani mencari ilmu setinggi-tingginya, berani mencari kawan, bukan lawan, berani mengalah untuk kebaikan dan berani mengutamakan persaudaraan, persatuan dan kesatuan.

Danrem juga mengajak kepada hadirin agar berani jujur, berani mengakui kebaikan orang lain, berani tampil beda dan berani menegur serta berani mencari persamaan diantara perbedaan agar tumbuh dan berkembang menjadi satu.

Keberanian di atas sangatlah tepat untuk dipedomani di dalam memasuki Tahun Politik. TNI AD bertekad untuk menjunjung tinggi netralitas TNI dalam Pilkada serentak di Wilayah Maluku yang akan berlangsung pada bulan Juni mendatang. Diharapkan kepada masyarakat juga dapat turut berperan dalam menciptakan suasana pilkada yang penuh persaudaraan, kesejukan & kedamaian.

Saran dan masukan dalam  Komunikasi Sosial kali ini diberikan oleh Pdt John Ruhulessin yaitu  mengucapkan selamat natal dan tahun baru untuk yang merayakan, semoga tahun yang baru ini kita lebih baik lagi daripada tahun kemaren, ucapan terimakasih kepada Danrem 151/Binaiya karena telah menyediakan waktu dan memfasilitasi semua, tokoh-tokoh dan komponen masyarakat di Maluku untuk duduk bersama dalam komunikasi sosial ini demi menjaga persatuan dan kesatuan di Maluku.

Pak Haji Yunan Sialana yang sehari-hari menjabat sebagai Raja Morella mewakili Ikatan Latupati Maluku, juga menyampaikan bahwa setelah melaksanakan pertemuan kecil Latupati beberapa hari yang lalu, yg isinya antara lain "Seluruh Latupati yang ada di Maluku siap untuk ikut menjaga agar berlangsungnya pemilihan Kepala Daerah dengan aman, damai dan lancar," ungkap Yunan dalam acara tersebut.

John Pimpinan media Antara, perwakilan Maluku mewakili Insan Pers Maluku menyatakan "media akan tetap memegang prinsip, bahwa media akan netral dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah di Maluku," Ujarnya kepada seluruh peserta Komsos.

Sebagai penutup acara, dalam kesempatan itu Danrem kepada awak media mengatakan tentang Netralitas TNI dalam menghadapi  Pilkada di Maluku, bahwa Korem 151/Bny dan Jajaran tidak terlibat politik praktis dan dilarang memberi dukungan thdp salah satu pasangan calon (Paslon) manapun. "Kita akan fokus membantu Polri dalam mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2018" ujar Danrem.

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari korem 151/Binaiya untuk mengajak masyarakat agar siap dalam menghadapi Tahun yg baru yaitu Tahun 2018. "Tahun ini merupakan Tahun Politik dan kita awali dengan sosialisasi ini, sehingga kita masuk ke tahun politik dengan suatu konsep yg mengutamakan kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Maluku harus beda." pungkas Danrem.