Mohon tunggu...
Mudy
Mudy Mohon Tunggu... -

Rakyat kecil tinggal di Jakarta, pensiunan swasta, Pancasilais, republiken, ultra-nasionalis. Anti NeoLib-ASEAN-C, anti religio-fascist, anti rezim-status-quo-koruptor. https://mudy45.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop Pilihan

Berkeliling di IndoDefense Expo 2014 PRJ Kemayoran

8 November 2014   07:16 Diperbarui: 17 Juni 2015   18:20 188
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Radar AESA sangat dibutuhkan dalam era pesawat siluman, UAV, dan kapal siluman yang memiliki RCS (radar cross section) sangat kecil. Saab awal tahun ini baru saja merilis radar AESA Giraffe 8A yang memiliki jarak deteksi 470 km, dengan teknologi semikonduktor gallium nitride (GaN) yang di klaim lebih efisien dan handal. Radar tersebut akan dipasarkan tahun 2017. Kedekatan ini setidaknya memberi tekanan pada vendor radar AESA besar untuk mulai men-suplay TNI dengan radar AESA-nya.

Arti lain adalah kehadiran senjata pamungkas Saab seperti rudal anti kapal subsonik RBS-15 (250 km). Sekalipun RBS-15 masih harus diuji kehandalannya, namun setidaknya masih berpotensi lebih baik dibandingkan rudal bermasalah seperti MBDA Exocet andalan TNI AL yang sudah terbukti tidak efektif.

Perlu beberapa waktu untuk mengagumi sosok utuh kapal nir-awak USV Bonefish di booth Lundin, yang dilengkapi radar Giraffe dengan menara yang tinggi. Pameran ini adalah pertama kalinya Saab memperlihatkan USV Bonefish secara utuh (bukan model). Hal ini harus dihargai sebagai keseriusan Saab bersama Lundin untuk mendukung industri kapal militer Indonesia.

[caption id="" align="aligncenter" width="319" caption="Lundin introducing Saab USV Bonefish (kampusmiliter.com)"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="343" caption="Lundin/Saab USV Bonefish SeaGiraffe Radar Tower (kampusmiliter.com)"]
Lundin/Saab USV Bonefish SeaGiraffe Radar Tower (kampusmiliter.com)
Lundin/Saab USV Bonefish SeaGiraffe Radar Tower (kampusmiliter.com)
[/caption]

Eurofighter Typhoon

Menyeberang dari Lundin ada saingan utama Jas-39, Eurofighter Typhoon. Jet tempur besar ini juga menyediakan flight simulatornya untuk ditumpangi. Typhoon adalah jet tempur generasi 4,5 andalan Eropa. Secara teknis Eurofighter merupakan pesaing utama Su-35 untuk menjadi andalan penjaga udara Indonesia yang saat ini tidak memiliki fighter superioritas udara yang kapabel.

[caption id="" align="aligncenter" width="612" caption="Model Eurofighter Typhoon (kampusmiliter.com)"]

[/caption] [caption id="" align="aligncenter" width="295" caption="Simulator Eurofighter Typhoon (kampusmiliter.com)"]
Simulator Eurofighter Typhoon (kampusmiliter.com)
Simulator Eurofighter Typhoon (kampusmiliter.com)
[/caption]

Disebelah Eurofighter, ada Airbus Group, salah satu pemasok pesawat TNI AU. Terakhir Airbus memasok helikopter tempur maritim AS565-MBe Panther, juga heli SAR EC725. TNI juga sangat membutuhkan Airbus MRTT, pesawat tanker yang dapat berfungsi juga sebagai pesawat transport pasukan, yang telah dioperasikan oleh Singapore. Mengingat pesawat tanker TNI sudah cukup tua, dan terbatas mekanisme pengisian udara-nya, sehingga tidak bisa melayani semua jenis pesawat.

Paviliun Jerman

Disebelahnya, Rheinmetall, produsen canon smothbore L44 standard NATO, yang juga menjadi kontraktor refurbish Leopard 2RI, 2A4 dan Marder TNI AD. Sayangnya dalam pameran ini tidak terlihat Leopard 2RI atau 2A4. Hanya ada APC Marder di parkiran tengah.

[caption id="" align="aligncenter" width="537" caption="Marder APC (kampusmiliter.com)"]

[/caption]

Damen Schelde - PKR Sigma 10514

Terus arah balik, liwat paviliun Jerman. Mampir di Damen Schelde, galangan kapal Belanda langganan TNI AL yang sedang membangun kapal kebanggaan Indonesia yang namanya rada lebay: Perusak Kawal Rudal (PKR), memanfaatkan idiom Destroyer Escort yang merujuk pada frigat jadul. Frigat 2400 ton kelas Sigma 10514 ini akan menjadi frigat andalan TNI AL 20 tahun kedepan (mungkin 60 tahun kedepan). Dibanding frigat baru Inggris dan Jerman yang beratnya diatas 6000 ton dapat dikatakan PKR merupakan frigat mini.

[caption id="" align="aligncenter" width="609" caption="Demen Schelde Frigat PKR kelas Sigma 10514 (kampusmiliter.com)"]

[/caption]

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun