Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Freelancer - Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Tak Teraliri PAM, Warga Memilih Air Galon

10 Oktober 2022   06:47 Diperbarui: 10 Oktober 2022   07:01 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi air mineral kemasan atau air minum kemasan. (Shutterstock)

Sebagian warga yang tinggal dikampung nelayan, saat wilayahnya tidak bisa dialiri air PAM karena daerahnya belum ada saluran pipa Perusahaan Air Minum, seperti di Wilayah Pantai Utara Brebes sepanjang Desa Cimohong hingga Desa Bangsri maka belum ada saluran air PAM yang terpasang, warga memilih beli air kemasan untuk minum, air derigen yang diisi air PAM dikota dibawa pakai tosa untuk dibeli dan digunakan keperluan masak didapur dan mandi, sedangkan untuk nyiram pohon atau kebun dirumah pakai air sumur dalam.

Air sumur sudah mulai terkontaminasi intrusi air laut, rasanya hambar dan tidak layak untuk diminum, jika dipakai untuk mencuci sepeda motorpun terkadang cepat keropos, hidup dikampung pesiisir yang dekat laut, terkadang masalh yang lumayan terlihat adalah dalam merawat kendaraan untuk memastikan tidak berkarat agaknya susah karena terkadang air rob juga rutin datang dan menggenangi rumah pemukiman, tentunya sepeda motor ataupun jenia kendaraan akan berkarat saat pemiliknya tidak teliti atau membiarkannya tanpa dibersihkan rutin.

Air galon biasanya ada dua pilihan, yang bermerk atau hanya isi ulang saja, dimana tinggal datang ke isian ulang dengan membayar Rp 4rb maka galon sudah penuh dan langsung dinikmati, ini artinya biaya hidup pun bertambah dibandingkan orang yang hidup dipegunungan. 

Saat kita menikmati rutin air kemasan bermerk satu saja, maka akan merasakan perbedaan jika kita minum air kemasan yang lainnya, sepertinya hanya merk itu saja yang paling cocok dilidah kita. Termasuk saat kita tidak pernah menikmati air galon dengan minum air langsung dari pegunungan, maka rasanya pun akan terasa binget. 

Orang yang hidup dikampung nelayan terkendala pada air yang sejuk menyejukan, sedangkan orang yang tinggal dipegunungan melimpah ruah stok air yang sejuk menyejukan. Hanya saja orang pegunungan harus hati-hati dalam berkendaraan karena tanahnya tidak datar dan cenderung berkelok dan menanjak. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun