Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Freelancer - Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengenal Tahapan Perubahan Perilaku

28 Juli 2022   07:50 Diperbarui: 28 Juli 2022   08:03 69 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dok foto https://www.honestdocs.id/

Pengetahuan saja ternyata tidak cukup untuk perubahan perilaku. Sebagai individu, kita sendiri pun diminta untuk berubah perilakunya dengan berbagai tahap, dari mulai tidak sadar, lalu menjadi sadar, kemudian termotivasi untuk mencoba sesuatu yang baru, berani mengadopsi perilaku baru tersebut, dan mempertahankan dan menghayati perilaku baru sehingga menjadi bagian dari perilaku dan kebiasan sehari-hari. 

Contoh, perubahan perilaku pada diri sendiri, belajar mengamalkan amalan rutin, awalnya itu tidak penting, kemudian termotivasi untuk mengikuti bait atas amalan tersebut atau ikuti anjuran dari kyai/ulama yang memberikan amalan tersebut, lalu mulai dipaksakan untuk mengikuti anjuran, saat tidak dibaca atau diamalkan, harus qodho amalan tersebut, ketika amalan sudah melekat pada kebiasaan maka dianggap biasa, merasa tidak dipaksa, jika diistiqomahkan maka itu akan berdampak pada dirinya ataupun keluarga dan lingkungannya. 

Tapi terkadang tidak semudah yang dibayangkan, kadang-kadang semangat awal, lalu karena banyak kesibukan, kemudian lupa atau tidak menjalankan rutinitas yang sudah menjadi komitmen pada diri sendiri, kadang juga semakin lupa dan melupakan, jadi betapa pentingnya istiqomah atau perbuatan yang menjadi kebiasan baik dan langgeng sampai waktu yang tidak ditentukan.

Belajar sebuah perilaku memang butuh kesadaran, percobaan dan pengulangan. Contoh yang kentara, memberikan pendidikan kepada anak agar jangan membuang sampah sembarangan, kalau lihat sampah, segera diambil lalu ditaruh ditempatnya, jika melihat teman atau sahabatnya membuang sampah sembarangan maka diingatkan. Dia tahu bahwa mereka yang membuang sampah sembarangan itu tidak baik, maka saling mengingatkan, namun terkadang teman yang diingatkan malah melawan atas anjuran mereka yang sadar, disinilah kadang dilematis bagi kita. Apakah kita akan mengingatkan terus, atau membuatnya dia sadar agar tidak sembarangan membuang sampah dengan cara yang berbeda. 

Perubahan perilaku akan menumbuhkan dinamika yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan sosial, kita ini kadang tidak berubah dengan sendirinya, kadang karena ada pengaruh dari pihak sekitar kita, sehingga perilaku kita bisa berubah dengan sendirinya, misalkan, lingkungan sekitar kita itu sholat berjamaah rutin tiap hari dan tepat waktu, disaat kita hanya sendirian tidak sholat, sedangkan temannya tertib dan disiplin, maka kita akan minder sendiri, begitupula disaat lingkungan rumah kita tertata dengan baik, dan kebiasaan tertib dan disiplin dalam menjalankan hidup ini dan bersih dalam lingkungan kompleks perumahan kita, maka secara otomatis akan tertib, tapi bisa saja sebaliknya, jika acuh tak acuh, maka akan kelihatan suasana lingkungan tersebut, orang bisa menilainya diawali dari luar dulu, baru akan masuk perilaku personalnya. 

Perlawanan akan terjadi apabila norma sosial mendapatkan ancaman, ini bisa terjadi karena perubahan perilaku melibatkan peralihan dinamika kelompok dan hubungan antar berbagai faktor baik dari keluarga maupun masyarakat. Namun apabila mereka menerima perubahan perilaku dengan baik, maka akan berdampak pada situasi yang cenderung positif, keuntungan yang didapat pastinya ada, dan pada akhirnya nanti ada pihak-pihak tertentu ingin mencontoh atau mengadopsi sebuah perjuangan atas perubahan perilaku yang ada. 

Terkadang memberikan pesan atas perubahan perilaku tidak semudah mengembalikan telapak tangan kita, namun catatan dalam perubahan perilaku adalah berikan informasi yang benar dan edukatif, tumbuhkan kesadaran dimasing-masing, baik individunya, keluarganya dan lingkungannya, libatkan multisektoral jika perubahan perilaku itu berimbas pada lingkungan yang meluas, harus ada kelompok yang menggerakan atas perubahan perilaku, gunakan pendekatan lokalitas baik itu dari sisi bahasa, adat, maupun kebiasaan yang ada disekitar anda, yakinkan bahwa gerakan perubahan perilaku itu bisa bermanfaat untuk bersama, ajak mereka untuk berdiskusi secara tematik dan yakinkan bahwa solusi atas apa yang dijalankan berdasarkan keputusan bersama, terakir pilihlah saluran komunikasi yang paling efektif untuk menjangkau kelompok lainnya, usahakan jangan tergantung pada satu alat komunikasi, namun gunakan saluran komunikasi yang tepat dan dilakukan secara berulang-ulang saat saluran komunikasi tersebut sudah tepat. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan