Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Fesyen Pilihan

Sandal Jepit Wajib Dibawa Saat Haji

18 Maret 2020   11:16 Diperbarui: 18 Maret 2020   12:20 41 5 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sandal Jepit Wajib Dibawa Saat Haji
Sandal Jepit (Dokpri)

Bagi orang Indonesia yang berangkat haji nanti di akhir juni  hingga akhir Juli 2020, mudah-mudahan tidak ada pembatalan haji akibat pandemi Covid-19, maka selain membawa uang, baju, kain ihrom dan peralatan mandi, ada satu yang hampir mayoritas calhajnya membawanya yaitu Sandal Jepit bahan Karet.

Mereka membawa karena sangat ringkes dan mudah dibawa, selain itu harganya juga murah dan awet, saat dipakai terasa nyaman dan tidak kepanasan, saat masuk masjidil haram, tinggal di masukan ke kantong ajaib atau masukan ke plastik yang biasanya disediakan oleh pihak pengelola masjidil haram dan ada petugas yang jaga plastik tersebut, saat hampir habis, para petugas kebersihan dan askar akan mengambil stok plastik untuk naruh sandal jepit. 

Biasanya sandal jepit yang di bawa oleh calhaj berkisar antara dua pasang hingga tiga lasang, alasan pertama untuk stok kalau nanti sandalnya hilang, kedua khawatir kalau hilang ganti susah jika beli di saudi dengan jenis yang sama dan kualitas yang empuk. 

Sandal yang dibawa oleh para jamaah haji biasanya adalah swallow dan merk lain yang menurut mereka nyaman dan nanti di buat tanda dengan cara sandal dikasih identitas berupa dicukil dipinggirnya dengan bentuk tulisan inisial, sebut saja BU. Baik kiri dan kanan dibuat sama, sehingga saat keliru atau ada yang mengambilnya akan ketahuan, dan jika hilang pun mudah-mudahan bisa ketemu. 

Harga sandal ini sangatlah murah, berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung belinya dimana, wajar saja jika saat hilang dianggap sebagai shodaqoh saja, dan hilang sudah diniati untuk tidak mengeluh, alasan hilang karena ada yang suka, lupa menaruhnya dimana, lupa ambil posisi naruh, terakhir dilirik oleh jamaah haji yang lain.

Tempat menaruh sandal juga banyak, dan dikasih nomor lokasi penyimpanan, kadamg juga kita naruh di tempat A, lalu kita lupa nomor penaruhan sandal, akhirnya tidak pakai sandal saat pulang, takut saat ambil sandal orang lain. Sedangkan pihak kebersihan akan membersihkan semua sandal yang ketinggalan dan ditaruh di bak sampah lalu dibuang, karena tidak boleh dalam membersihkan tempat sandal kemudian masih dibiarkan sandal yamg tertinggal, bagian pengawas kebersihan akan menegurnya kepada pekerja yang tidak mematuhi aturan. 

Saat sandal anda hilang, usahakan jika situasi cuaca panas, jangan berani jalan dalam kondiai tanpa alas kaki, karena suhu panas disaudi sangat beresiko pada kulit kaki anda, barangkali nanti ada besi atau paku atau barang tajam yang kita sendiri menginjaknya kemudian bisa menimbulkan korengen atau tetanus bahkan ada yang sampai kakinya tidak bisa jalan akibat ada kotoran yang masuk pada saat kaki kena sengatan matahari pada keramik masjid. 

Sekarang sandal bahan karet di toko-toko pingir masjid banyak, hanya saja keberanian membeli atau mengucapkan dengan bahasa arab ini yang menjadi kendala bagi sejumlah jamaah haji, akhirnya mereka memilih tidak beli sandal padahal bawa uang riyal dan uang rupiah Indonesia. 

Faktor komunikasi menjadi kendala dan ketakutan awal bagi calon haji karena perbedaan bahasa, termasuk merasa kuat jika tanpa alas kaki bisa sampai ke maktab atau hotel dimana kita menginap, dan menganggap hal yang biasa seperti halnya kalau kehilangan sandal di kampungnya. 

Sandal jepit sangatlah penting, dan paling dicari saat kita mau berangkat ke masjid untuk berangkat ibadah atau saat kita mau mencari makanan atau jajan atau oleh-oleh di sekitar pasar dan toko di kota mekah.

Ingatkan bagi calhaj agar bawa sandal jepit karet. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
18 Maret 2020