Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu. (KBC-01)

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Kompasianer Itu Membangun Tradisi Keilmuan dan Kritis Berkemajuan

6 Februari 2020   10:04 Diperbarui: 6 Februari 2020   10:16 40 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasianer Itu Membangun Tradisi Keilmuan dan Kritis Berkemajuan
sumber: https://higheredrevolution.com/

Menciptakan ruang para penulis itu tradisi baik untuk mengikat ilmu seseorang, kompasiana telah membangun tradisi itu lewat kontribusi para kompasianer agar mereka rutin menulis, membaca dan menganalisis kondisi yang terjadi. Warga dianggap sebagai pewarta yang sangat penting dalam merubah perilaku umat, apalagi jika mereka secara sukarela dan selalu memberikan pencerahan lewat dimensi keilmuan dalam catatan penanya.

Bagi sebagian orang kompasiana itu bagian dari sebuah gerakan literasi, pasalnya mereka harus mampu dan mau mendokumentasikan sebuah peristiwa yang terjadi dilingkungan sekitarnya, atau kondisi bangsa ini dalam situasi seperti apa, mereka bisa menyuarakan lewat tulisan yang tentunya dipublikasikan sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik.

Momentum dengan membaca dan menulis adalah bukti bahwa kita telah menjalankan satu ayat alquran surat al-alaq yaitu  Iqro yang artinya bacalah. Jendela informasi akan semakin bermakna jika kita tidak malas untuk membaca, mengamati, dan berkarya untuk sebuah perubahan tatanan kehidupan di bumi ini. Manakalah kita diam, dan tidak mau peduli dengan orang lain, maka dunia yang kita huni ini tidak ada makna tersirat dan tersurat.

Membentuk komunitas aktif dan kaderisasi akan meningkatkan motivasi karya, dampaknya loyalitas dan sumbatan komunikasi menjadi terpecahkan, mereka akan berinteraksi untuk mempererat tali silaturokhim, menjadikan para penulis ini akan produktif dan bisa merubah opini publik ke arah yang positip.

Kompasiana ini bisa menjadi gerakan iqro dan advokasi bagi setiap individu atau kelompok, para kompasianer mampu mencurahkan pendapat lewat tulisan dan memberikan solusi alternatif untuk pencerahan kepada bangsa ini, sekaligus kepekaan terhadap isu-isu daerah yang berdampak pada kebijakan daerah, lewat manifesto gerakan literasi menulis di kompasiana itu bagian dari memajukan bangsa ini.

Bayangkan saja, ketika sebuah komunitas lalu berinteraksi, menggalang informasi, mengumpulkan data dan menganalisis data dan fakta yang ada menjadi sebuah bingkai tulisan yang komprehensif maka akan menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan, kalaupun kemudian dampak ikutan pengelola kompasiana mendapatkan berkah atas iklan dan kerjasama dengan pihak ke tiga, karena mereka telah berani untuk menunjukkan kepada masyarakat secara luas bahwa media kompasiana ini menjadi agen perubahan bagi masyarakat.

Jihad literasi harus dibangun dari pinggiran, sebuah langkah warga untuk mewartakan sebuah peristiwa yang terjadi, maka kompasianer ini telah memberikan atsar atau nilai bagi kehidupan ini, abadi tulisannya dan tetap harus hati-hati dalam menulis, jangan sampai hoak dan menulis fitnah termasuk menyebarkan aib seseorang.

Kompasianer harus bangga, manakalah ilmu yang ditulis lalu dibaca sebagai bagian dari jihad perubahan yakni tidak meninggalkan generasi yang dhoif atau lemah, dan lewat merekalah publik bisa membaca dan semakin cerdas dan akhirnya mengambil kesimpulan untuk merubah sikapnya. Hanya saja sikap ini apakah bisa berdampak positip atau negatif itu tergantung yang memaknainya.

VIDEO PILIHAN