bahrul ulum
bahrul ulum Kompasianer Brebes

" Ikatlah Ilmu dengan menulis, semua perubahan mesti berproses, Tetap Berusaha dan Kerja Keras, Man Jadda Wa Jadda "

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan

Di Brebes-Tegal-Slawi hingga Waktu Magrib Hilal Tidak Terlihat

15 Mei 2018   18:46 Diperbarui: 15 Mei 2018   19:11 149 1 0
Di Brebes-Tegal-Slawi hingga Waktu Magrib Hilal Tidak Terlihat
Dokumentasi Pribadi

Waktu Maghrib sore ini jatuh pada pukul 17,36 WIB, Ijtimaknya jatuh pada jam 18.51 WIB tepat waktu shola Isya, harusnya Rukyat harusnya setelah ijtima' Sementara rukyatul hilal itu dapat dilakukan pada saat ghurubissyamsi. Maka Rukyah hari ini untuk wilayah Tegal Brebes tidak mengahasilkan (aliyas) belum bisa dilihat hilalnya. Itu Terjadi, Bukan karena cuaca, tetapi karena ijtima' terjadi nanti jam 18.51 WIB. 

Kesimpulannya adalah : Menyempurnakan hitungan bulan Sya'ban, Tgl  1 Romadlon insyaa Alloh jatuh pada hari Kamis Paing 17-05-2018. Tetapi  1 Romadlon tetap tunggu pengumuman setelah sidang Isbat oleh Pemerintah RI di Jakarta yng dipimpin oleh Bapak Menteri Agama RI malam ini. Begitu hasil pemantauan Hilal pada sore hari ini, Selasa (15/05/2018) Rukyatul hilal bersama Pengadilan Agama, KEMENAG, PEMDA, BHRD (Badan Hisab dan Ru'yah Daerah), NU dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. 

Sholat teraweh pertama akan dilaksanakan pada Rabu Malam Kamis, 16 Mei 2018, selamat mengerjakan ibadah puasa di bulan ramadhan, niat puasa menjadi penting. " Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian tersamar (terhalang), maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari. [HR. Bukhari]"

Berdasarkan Hadits-hadits tersebut, para fuqaha berkesimpulan bahwa penetapan awal dan akhir Ramadhan didasarkan kepada ru’yah al-hilâl. Imam al-Nawawi menyatakan, “Tidak wajib berpuasa Ramadhan kecuali dengan melihat hilal. Apabila mereka tertutup mendung, maka mereka wajib menyempurnakan Sya’ban (menjadi tiga puluh hari), kemudian mereka berpuasa. [al-Nawawi, al-Majmû’Syarh al-Muhadzdzab,6/269]