bahrul ulum
bahrul ulum Kompasianer Brebes

" Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu "

Selanjutnya

Tutup

Muda

Awas Ada Razia Anak Punk dan Pelajar Sekolah Yang Bolos

29 April 2018   10:58 Diperbarui: 29 April 2018   11:09 505 0 0
Awas Ada Razia Anak Punk dan Pelajar Sekolah Yang Bolos
Razia Anak Punk dan Pelajar/Doc Twwiter Satpol PP Brebes

Inspirasi tulisan berasal dari status twitter Satpol PP Brebes dengan isi pesan Razia anak Punk & pelajar yg membolos di jam Pelajaran lokasi alun"Brebes Sabtu, 28/2018 @pemkab_brebes @satpolpp_jateng https://t.co/1uV4BX4O9S

Bicara razia apapun, mesti ada yang tidak suka, yakni seseorang yang kena sasaran razia. Mereka yang dirazia karena melanggar aturan Perda yang ditetapkan oleh satu daerah. Misalkan razia warung remang-remang, dibuat untuk kemudahan bisnis bercumbu rayu yang akhirnya jadi tempat untuk mesum, tindakan razia dibenarkan karena mereka yang melakukan perbuatan mesum tidak dibenarkan. 

Razia berikutnya adalah anak punk dan pelajar yang membolos, satpol PP kab/kota punya tugas menegakkan perda, bila ada informasi atau pelanggaran yang terjadi diluar ketentuan yang lazim, maka tindakan satpol PP sudah cukup jelas, harus dilakukan pembinaan agar ada efek jera bagi siapapun yang kena razia. 

Satpol PP Brebes salah satunya, telah melakukan razia anak punk dan pelajar sekolah yang membolos, mereka lakukan di alun-alun Brebes Jawa Tengah, kareba seringkali alun-alun dijadikan pusat mangkalnya anak punk dan juga anak yang bolos sekolah. 

Pemerintah jelas merasa rugi, kenapa rugi, karena anak ini adalah generasi penerus bangsa, mereka harusnya belajar di sekolah atau melakukan kegiatan positip daripada menjadi anak punk atau bolos sekolah. 

Rugi berikutnya adalah pihak orangtuanya, jelas merasa malu karena tindakan anaknya ini telah mencorengkan keluarga, dari rumah ijinnya sekolah, kok ada aja bolos sekolah, apalagi masih anak kok pacaran. 

Rugi yang lainnya adalah masyarakat itu sendiri, karena apa, karena menjadi brand bagi daerah lain untuk menjudge kok banyak anak sekolah yang bolos dan anak punk yang berkeliaran tidak dilakukan razia. Inj tugasnya siapa, kok Bupatinya diam aja, kemana aparat atau penegak hukum ini. Kenapa mereka diam, haruskah masyarakat yang bertindak, salahkah kami jika melakukan tindakan razia bersama warga. 

Rugi yang lain adalah pihak sekolah, merasa malu jika anak didiknya kena razia satpol PP setempat, karena pihak sekolah akan diundang dan dinasehati oleh pihak penegakan perda ini yakni satpol PP. Jelas nama sekolah tercatat dalam database induk satpol PP dan ini bisa di ciri oleh pihak aparat satpol PP bila berulang-ulang anak didik sekolah ini terjarung razia. 

Apa sih enaknya bolos sekolah. 

Bolos sekolah versi anak adalah kondisi bebas berekspresi, tidak ada aturan yang melekat, mereka merasakan happy dan bida menikmati seleranya sendiri, bolos sekolah bisa terjadi karena mengikuti teman sekolahnya dan mereka mempengaruhi tenannya agar tidak masuk sekolah, bolos sekolah juga terjadi karena terlambat masuk sekolah, takut jika nanti kena hukuman dan akhirnya harus melaksanakan hukuman yang diberikan. 

Rata-rata anak bolos sekolah adalah ditempat warung makan yang banyak jual gorengan, kopi, teh dan bisa merokok bebas, bila sudan sedikit siang, mereka akan cari lokasi yang agak jauh dan sepi dari pantauan pihak sekolah. Bila yang bolos pelajar putra maka hampir mayoritas mereka merokok dengan bebas, nanti akan berlanjut ke tindakan berikutnya yakni miras atau konsumsi obat batuk yang bikin ngeplay. 

Dampak lainnya adalah beragam tingkatan karena pergaulan bebasnya. Bagi pelajar putri awalnya ikut-ikutan teman sebayanya, lalu ketagihan dengan pengalaman bolosnya akan mencari akses tempat yang ada wifinya, lama kelamaan akan beralih ke cara yang lebih menantang, dampaknya rugi pada anaknya, orangtuanya dan juga sekolahnya. 

Razia rutin mestinya dilakukan bukan hanya satpol PP saja, tapi babinsa dan babinkamtibmas serta dari pihak sekolah untuk memastikan agar tidak ada anak yang bolos sekolah. Termasuk tindakan memastikan tidak ada anak punk yang dengan mudah masuk dan keluar kabupaten yang satu dengan yang lain. 

Semakin kab/kota yang dipilih merasakan aman pada nasib anak punk maka dengan mudah mereka akan datang semakin banyak untuk teman sebayanya transit di kab/kota yang dipilih.