bahrul ulum
bahrul ulum Kompasianer Brebes

" Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu "

Selanjutnya

Tutup

Hijau Pilihan

Kotaku Sejuk, Hijau, dan Tidak Kumuh

13 Maret 2018   07:43 Diperbarui: 13 Maret 2018   08:58 1007 0 0
Kotaku Sejuk, Hijau, dan Tidak Kumuh
Kota surabaya/doc detik.com

Jika Kota atau Kabupaten yang dipimpin oleh Walikota dan Bupati ditata dengan baik, maka tanpak nyaman dan tentram bagi penghuninya. Termasuk saat sebagian trotoar di jalan tidak ditempati oleh pedagang kaki lima, ataupun digunakan untuk pos polisi, atau ditanami pot bunga yang tidak enak dipandang mata, trotoar sebagai hak pengguna jalan yang mestinya memperoleh kenyamanan dan keselamatan bagi mereka pejalan kaki. 

Surabaya setelah dipimpin oleh Walikota Risma sudah banyak dibenahi, baik dari tata letak penghijauan, memfungsikan trotoar untuk pejalan kaki, menempatkan pedagang kaki lima tidak sembarangan jualannya dan kedisiplinan warga untuk merawat kotanya akhirnya secara berangsur-angsur mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya ini. Wajar dalam status facebook pun muncul dukungan dari menteri lingkungan hidup Republik Indonesia. 

Status bu menteri Siti Nurbaya mengatakn, saya mendapatkan kiriman gambar ini.Coba tebak di mana ini? Saya mengira sejumlah kawasan ini di luar negeri. Ternyata tidak. Ini Kota Surabaya. Terima kasih untuk Wali Kota Surabaya Ibu Risma @trirismaharini yang selalu konsisten menata lingkungan dan menjaga kebersihan kotanya.

" Terima kasih juga untuk semua Kepala Daerah di Indonesia yang terus berbenah untuk menata kota yang layak bagi masyarakat," katanya dalam status facebooknya.

Dia berharap masyarakat juga berpartisipasi mewujudkan kota yang bersih, nyaman dan terawat. Kita semua pasti bisa jika dijalankan bersama. 

Surabaya/doc westjava.com
Surabaya/doc westjava.com
Karena status ini di publikasikan oleh bu menteri sendiri, banyak komentar yang masuk terkait surabaya sekarang ini, salah satu yang disampaikan oleh Bramantiyo Prijosusilo yang mengatakan, Masyarakat Surabaya sangat bangga dengan kebersihan kotanya, masuk ke kampung-kampung semuanya bersih. Dan kebanggaan ini sejak lama, saya sangat terkesan di tahun 1991, buang puntung rokok sembarangan saya dimarahi sopir taksi dan diceramahi soal kebersihan kotanya. Jadi warga yang dahsyat mendapatkan Walikota yang sepadan di Surabaya. 

Sementara itu, Ari Darmastuti yang pernah belajar ke surabaya, Padahal waktu saya study thn tour 77 pas SMA wah bau sungainya bikin mual.  Sekarang bersih..Luar biasa, Tahun itu saya tingkat l di FH Unair mbak Ari, kostku di Gubeng Air langga kalau mau ke asrama Mahasiswa lewat kali yg airnya kaya kopi dan baunya naudzubillah, Kota2 lain mesti meniru Surabaya dlm pengelolaan kota...Nggak ada salahnya jadi peniru utk hal bagus. 

Sebenarnya warga penduduk yang tinggal di Indonesia ini sangat berharap agar semua kab/kota dimana mereka hidup ini ingin semua kotanya ditata sedemikian rapi dan asri termasuk kesan kumuh bisa hilang, apalagi jika masyarakat tidak merasakan tidak ada perubahan pada kampung halamannya, rasa sedih dan campur kecewa. 

Tapi semoga apa yang dilakukan oleh kab/kota yang sudah berhasil dalam penataan kotanya atau desanya, para aparatur pemerintah yang ingin studi banding atau kunjungan kerja karena ingin kotanya bersih, rapi dan asri ini mau mengadopsi, jangan sampai banyak studi banding yang dilakukan, tapi tidak berubah perkembangan daerahnya. Kasihan uang rakyat jika hanya untuk bepergian para pejabat kalau setelah kunjungan kerjanya tidak berdampak bagi rakyatnya atau daerahnya.