Mohon tunggu...
bahrul ulum
bahrul ulum Mohon Tunggu... Kompasianer Brebes Jawa Tengah

" Apa yang ditulis akan abadi, apa yang akan dihafal akan terlepas, ilmu adalah buruan, pengikatnya adalah tulisan, ikatlah dengan kuat buruan mu itu "

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Gowes Touring Pesona Nusantara Lewat Bersepeda

15 Desember 2017   20:20 Diperbarui: 15 Desember 2017   21:28 0 0 0 Mohon Tunggu...
Gowes Touring Pesona Nusantara Lewat Bersepeda
Gowes Touring Tiba di Brebes Jateng

Penulis awalnya  penasaran kok ada iring-iringan begitu panjang, ratusan orang bersepeda, usut punya usut ternyata tim Gowes Touring Pesona Nusantara tiba di Brebes pada Jumat (15/12/2017) pada pukul 10.30 WIB. 

Iring-iringan sepeda gunung begitu rapih dan penuh semangat, mereka mendapatkan pengawalan dari patwal Polres Brebes, dari mulai masuk Kota Brebes hingga keluar perbatasan jateng jabar tepatnya di jembatan cisanggarung losari. 

Saat penulis melihat langsung di depan Rumah Sakit Pemerintah Daerah (RSPD) Kabupaten Brebes, terasa kaget kok banyak peserta yang ikut, ternyata setelah dilihat dari tanda pengenal yang ditaruh sebagai identitas tertulis gowes touring pesona nusantara, ada yang tertulis RI 19, RI18, dst. 

Olahraga bersepeda sekarang banyak diminati oleh kalangan muda yang tergolong usia masih produktif, kalau sudah menginjak usia sedikit tua, kisaran umur 50 an ke atas, mereka jarang minat dengan sepeda gunung, mereka lebih memilih sepeda onthel gaya belanda dengan memakai topi ala jaman kemerdekaan RI. 

Ayunan ribuan kilometer dilalui oleh para peserta gowes ini, dengan maksud sebagai media promosi agar masyarakat di Indonesia untuk gemar olahraga, melalui olahraga inilag maka masyarakat menjadi sehat jasmani dan rohani, penuh ceria dan bersepeda itu ramah lingkungan. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bersejarah untuk mewujudkan hari bersepeda nasional dimana jargon yang dibuat oleh pihak kemenpora adalah " Ayo Olahraga". 

Bermunculan sekarang di semua penjuru tanah air Republik Indonesia tercinta ini, komunitas sepeda gunung semakin berkembang, komunitas sepeda pembalap juga mulai menjamur, termasuk komunitas sepeda santai dengan pit jaman dulu dengan topi ala jaman kemerdekaan. 

Kelompok yang sudah bermunculan tiap hari minggu dan juga hari-hari libur,  saling memperkuat dan menyelenggarakan berbagai even kegiatan, ada yang mencoba untuk memperkenalkan pariwisata dengan berolahraga, ada yang mencoba membuat kegiatan sepeda santai bersama menteri olahraga, bersama Bupati atau Walikota dan ragam jenis model aktivitas yang dilakukan. 

Bersepeda sudah menjadi kebutuhan semua orang secara rutin terutama bagi mereka yang memiliki sepeda, bagi yang ekonominya serba kurang, maka aktivitas ini tidak bisa mengikutinya, karena terkendala dengan pengadaan sepeda dan biaya atau iuran untuk makan dan minum bersama belum lagi jika teman komunitasnya menggunakan seragam yang lumayan bagus jika dilihat, harus merogoh kocek yang lumayan banyak, maka mreka yang ekonominya pas-pasan hanya bisa jadi penonton saja. 

Sepeda polygon, salau satu merk sepeda, menurutnya relatif tidaklah murah bagi orang yang ekonominya dibawah garis kemiskinan, tapi bagi para PNS, wirasswasta muda atau para dosen atau karyawan swasta yang mempunyai penghasilan rutin bulanan, mereka dipastikan harga masih terjangkau dan bisa dibeli. 

Prinsipnya olahraga apapun semuanya bagus dan bisa menjaga stamina tuhuh kita supaya tidak mudah sakit dan tubuhnya tidak dipenuhi lemak agar tidak cepat gemuk dan loyo. Karena jika tubuh kita loyo dan kurang aktivitas olahraga maka akan mudah terserang penyakit diabetes, stroke, dan penyakit lainnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x