bahrul ulum
bahrul ulum Profesional & Citizen Jurnalism

Setiap warga adalah pewarta, buatlah cerita perubahan pada tulisan anda biar orang lain pun merasakan atas karya anda.. klik penaulum.com

Selanjutnya

Tutup

Hijau Artikel Utama

Pemanfaatan Hutan Kota yang Maksimal Bisa Jadi Daya Tarik Pariwisata

1 Desember 2017   21:03 Diperbarui: 2 Desember 2017   10:07 2306 6 1
Pemanfaatan Hutan Kota yang Maksimal Bisa Jadi Daya Tarik Pariwisata
Foto: Kontan.co.id

Hampir di setiap kabupaten atau kota menyediakan lahan untuk dijadikan hutan kota. Pasalnya keberadaan hutan kota sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No.63 tahun 2002 tentang Hutan kota, yakni hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. 

Kawasan ini sengaja ditanami dan pelihara dengan baik, ada yang ditanami pohon jati, jenis pohon keras lainnya, wajar jika pohonnya tumbuh subur dan tidak ada yang berani menebang pohon tersebut, bila lahannya luas akan menjadi tempat yang nyaman bagi aneka burung ataupun spesias binatang lainnya untuk menempatinya, tapi kadang-kadang juga beberapa hutan kota dijadikan tempat untuk pacaran remaja ataupun pelajar. 

Saat malam hari bila penerangannya terlihat kurang, malah bisa dijadikan tempat untuk mesum, atau nge-play para remaja dengan mengkonsumsi komik, tren kehidupan zaman sekarang ini, di mana ada lokasi strategis dan nyaman, cenderung dimanfaatkan lokasi untuk berbuat asusila. Sangat berbeda sekali memang kehidupan remaja sekarang dengan remaja saat dulu,  kalau dua puluh tahun yang lalu para remaja mereka merasa malu jika berpacaran di tempat umum, apalagi kelihatan oleh temannya atau familinya, namun sekarang malah sebaliknya, mereka merasa bangga bahkan tidak malu-malu saat berpacaran di fasilitas umum seperti contoh di fasilitas publik seperti dihutan kota. 

Secara substansi hutan kota adalah kawasan yang ditutupi pepohonan yang dibiarkan tumbuh secara alami menyerupai hutan, tidak tertata seperti taman, dan lokasinya berada di dalam atau sekitar perkotaan. Namun jika ada hutan kota kemudian disampingnya ada taman bermain anak, maka menjadi potensi yang sangat strategis bagi mereka yang suka mencari hiburan di malam hari.  

Hutan kota bermanfaat untuk mengurangi degradasi lingkungan kota yang diakibatkan oleh ekses negatif pembangunan. Selain mempunyai fungsi perbaikan lingkungan hidup, hutan kota juga memiliki fungsi estetika. Semakin banyaknya bangunan, keberadaan ruang terbuka hijau menjadi terbatas. Sehingga berpengaruh pada ketidak seimbangan ekosistem, seperti rusaknya fungsi resapan air, banjir, kekeringan dan polusi. Pada kondisi seperti ini, hutan kota sangat diperlukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan kota.

Hutan kota bisa memiliki berabagai bentuk, seperti hutan di pinggiran jalan tol, pinggiran jalan kereta, tepian danau, taman di permukiman dan lain-lainnya. Kelompok pepohonan tersebut layak disebut hutan apabila memiliki luas sekurang-kurangnya 0,25 hektar. Sebuah kota harus memiliki kawasan hutan kota setidaknya 10% dari luas wilayahnya. 

Selain itu, hutan kota juga memiliki beberapa bentuk yakni Bentuk jalur, biasanya dibangun di sepanjang jalan tol atau kereta api dan bisa memanfaatkan sempadan sungai, danau dan pantai. Hutan yang berbentuk jalur setidaknya memiliki lebar 30 meter. Bentuk kompak, berupa kelompok pepohanan dalam satu hamparan yang menyatu. Bentuk menyebar, hutan tersebut bisa berbentuk jalur atau berkelompok yang dipisahkan oleh pembatas seperti bangunan atau jalan, tetapi berada dalam satu pengelolaan.

Dilihat dari pepohonannya, hutan kota bisa dibedakan menjadi hutan berstrata dua yaitu hutan yang terdiri dari pepohonan yang membentuk tajuk tinggi dan rumput-rumput penutup tanah. Dan, hutan berstrata banyak, yaitu terdiri dari pepohonan yang membentuk tajuk tinggi, semak belukar, liana, epifit, tanaman merambat lain dan penutup tanah seperti rerumputan.

Hutan kota bila dilihat dari azas manfaat ekonomi jangka pendek, hutan kota seperti tidak menguntungkan bagi sebuah kota.  Estetika, lautan beton dan gedung-gedung pencakar langit memang bisa membentuk lansekap kota yang indah. Namun keindahan tersebut akan menjadi gersang bila tidak selingi hijaunya pepohanan. Paduan keindahan alami dan bangunan-bangunan manusia bisa membentuk kota yang lebih estetik. Tak jarang, kota-kota besar di dunia menjadi terlihat lebih indah karena memiliki taman-taman yang hijau dan rimbun.

Hidrologis, tanah hutan dan pepohonan yang menutupinya mempunyai kemampuan mengatur tata air. Pada musim hujan, bisa menampung air hujan agar tidak langsung mengalir ke tempat lebih rendah sehingga mengurangi resiko banjir. Sedangkan pada musim kemarau bisa menyediakan air tanah yang disimpannya untuk digunakan warga kota.

Klimatoligis, keberadaan hutan bisa mempengaruhi iklim mikro di sekitarnya, seperti menurunkan suhu permukaan tanah. Sehingga kota yang memiliki banyak hutan akan terasa lebih sejuk.  Hal ini akan sangat bermanfaat terutama bagi kota-kota beriklim tropis seperti di Indonesia.

Habitat satwa, hutan bukan saja tempat koleksi tumbuhan. Ekosistemnya juga dimanfaatkan oleh berbagai jenis satwa. Kita tahu, ruang hidup satwa di perkotaan semakin terdesak. Keberadaan hutan bisa memberikan pelindungan bagi satwa-satwa tersebut.

Menekan polusi, kota-kota besar biasanya sarat polusi baik itu udara maupun air. Keberadaan pepohonan bisa menekan polusi berbahaya. Daun-daun yang rimbun mampu menyaring debu, kotoran dan gas berbahaya lainnya.

Penyimpan karbon, gas CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Hutan atau pepohonan merupakan penyerap gas CO2 yang efektif dari udara, kemudian dalam betuk biomasa sepertii kayu dan dedaunan.

Edukatif, hutan kota bisa menjadi tempat untuk pendidikan lingkungan terutama bagi anak-anak. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah ekosistem alam, terutama yang berhubungan dengan ilmu hayati. Selain itu, bisa menguggah kesadaran masyarakat akan pentingnnya melestarikan alam.

Rekreatif, kawasan hutan bisa dijadikan tempat untuk melepas lelah atau untuk melepas stres dari penatnya kehidupan kota. Masyarakat juga bisa memanfaatkannya untuk kegiatan olah raga, seperti joging atau bersepeda.

Ekonomi, bila pengelolaannya baik hutan bisa menjadi daya tarik pariwisata. Banyak kota-kota besar di dunia yang "menjual" keberadaan hutan kota kepada para pelancong. Dampak ekonomi pariwisata bisa langsung melalui pemungutan tiket masuk maupun tidak langsung seperti bisnis hotel, restoran, kerajinan souvenir dan bisnis masyarakat lainnya.