Mohon tunggu...
Kawe Shamudra
Kawe Shamudra Mohon Tunggu...

seorang peladang yang di sela-sela kesibukannya mengolah lahan selalu menyempatkan menulis catatan harian. Saat ini sedang menulis buku "Silurah Desa Tua".

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Menulis dan Jangan Mengemis

16 April 2012   00:43 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:34 249 0 1 Mohon Tunggu...

MENULIS dan jangan mengemis. Dengan menulis dan mempublikasikan di media (cetak maupun elektronik) akan menghasilkan banyak hal: kebahagiaan batin (karena bisa berbagi gagasan dengan pihak lain),  dan juga penghasilan. Dengan menulis di media, eksistensi kita dihargai karena kontribusinya membangun peradaban. Dan menurut ahli, menulis juga menyehatkan badan dan pikiran.http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2281834-manfaat-dari-terapi-menulis/

Mengapa saya menyandingkan kosa kata “menulis” dengan “mengemis”?   Alasannya sederhana, bahwa sebagian orang menempuh jalan pintas dalam mendapatkan harta, dengan jalan mengemis,  dan ironisnya dilakukan lewat internet. Mengemis di internet tentunya lewat tulisan  dan pelakunya memiliki keahlian merangkai kata. Artinya, kemampuan menulis yang dikaruniakan Tuhan diselewengkan secara nista.

Adakah penulis yang jadi pengemis? Ada. Tentunya bukan penulis yang baik. Mereka hanya memanfaatkan sedikit kemampuan menulisnya untuk merekayasa kondisi dan mendramatisir keadaan seolah-olah dirinya membutuhkan bantuan.

Mengemis internet adalah mengemis versi elektronik dengan meminta uang atau kebutuhan lainnya pada orang yang tidak dikenali. Cause website merupakan situs web yang menghadirkan permintaan uang atau kebutuhan lainnya. Pengemis Internet dilakukan dalam bentuk iklan, dan juga situs web pribadi. Dengan penyedia jasa Internet menawarkan situs web gratis, banyak orang menggunakannya untuk mengemis melalui situs gratis. Selain itu, mengemis Internet memiliki anonimitas sehingga mengurangi rasa malu.

Pada bulan Juni tahun 2002 seorang Karyn Bosnak membuat situs SaveKaryn.com untuk mendapatkan bantuan publik guna membayar hutang kartu kreditnya.  Itulah situs pengemis Internet pertama yang menyebabkan banyak orang mengikuti. Kini, terdapat ratusan situs pengemis Internet yang menjadi praktik umum untuk pengemis dunia maya. Umumnya, mereka meminta dana untuk beberapa alasan, seperti operasi, perawatan kanker, mobil baru, mencegah tunawisma, biaya medis, dan lain-lain. (Wikipedia).

Cara-cara tersebut tentunya tidak terhormat. Mendapatkan sesuatu tanpa berkeringat hanya menghasilkan laknat. Pelakunya mungkin dapat meraup uang melimpah tetapi tidak barokah.  Dan cara-cara seperti itu tak perlu ditiru.

Banyak cara bisa dilakukan untuk mencari penghasilan bagi yang punya hobi menulis, misalnya membuat buku, mengirim tulisan ke media cetak, membuka jasa editing dan lain-lain.  Bahkan hanya bermodal ilmu tentang teknik dasar menulis, seseorang bisa membuat ringkasan, diupload ke internet dan mendapatkan royalty, misalnya dengan bergabung ke komunitas penulis  id.shvoong.com.

Kita perlu membangun mentalitas pemberani. Berani bekerja keras dan bersusah-payah untuk menghasilkan sesuatu. “Ongkang-ongkang dapat uang” adalah kredo palsu yang dipropagandakan orang malas yang bermimpi menjadi sosok berkelas. Bagi seorang penulis sejati, tentunya pantang menulis hanya untuk mengemis.  Apapun alasannya, mengemis adalah perbuatan nista.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x