Pena Melati
Pena Melati

Pena Melati = mengukir guratan pena fakta dan realita dengan kelembutan dan semerbak harum melati kebenaran dalam buaian keimanan.

Selanjutnya

Tutup

Wisata

Museum Tsunami Aceh Tidak Konsisten dalam Jadwal

16 April 2018   10:05 Diperbarui: 16 April 2018   10:21 2277 0 0
Museum Tsunami Aceh Tidak Konsisten dalam Jadwal
steemkr.com

Banda Aceh -- Museum Tsunami Aceh terkesan tidak konsisten dalam menerapkan jadwal kunjungan. Terlihat dari pengumuman jadwal buka-tutup museum yang berubah-ubah sejak awal April 2018. Awalnya museum dibuka dari pukul 9 pagi hingga 4.45 sore, tutup istirahat sementara pukul 12 hingga 2 siang. Khusus pada hari libur islam museum ini tutup dengan alasan penerapan halal tourism yang diterapkan di Aceh.

Namun sejak April ini, Museum Tsunami Aceh kembali merubah jadwalnya dengan waktu buka pukul 9 pagi hingga 4 sore tanpa istirahat siang. Tutup khusus pada hari besar islam. Selang beberapa hari kemudian kembali berubah dengan jadwal buka yang sama, namun tanpa hari libur (tutup) sama sekali. Artinya, museum ini akan selalu dibuka non stop selama sepekan bahkan di hari libur nasional maupun hari besar islam.

"Ini (jadwal ini) yah berdasarkan kebijakan pimpinan kami yang baru. Karena sudah pergantian pimpinan jadi mungkin ganti kebijakan" ujar salah seorang pemandu di museum tersebut.

Terkesan kurang manusiawi, ketika museum-museum nasional dan internasional menerapkan hari libur sehari dalam sepekan, tapi museum ini berbeda. Bagaimana dengan pekerja museum tersebut bila harus masuk kerja setiap hari? Apalagi ketika harus masuk di saat tanggal merah atau hari libur nasional? Bukankah setiap karyawan juga memiliki keluarga masing-masing yang membutuhkan waktu untuk dinikmati bersama ketika tanggal/hari libur? Seberapa besar insentif yang di dapat oleh karyawan museum ini dengan penerapan jadwal seperti ini? Lalu, apakah penggunaan alat-alat peraga museum, multimedia yang tersedia, listrik, dan lain-lain selalu dapat dipastikan dapat dioperasikan dengan maksimal ketika setiap harinya museum ini selalu buka?

Ketika ditanya soal ini, pemandu Museum Tsunami tak mampu menjawab sama sekali. Hanya berkomentar, "Saya tidak tahu karena itu kebijakan pimpinan" katanya.

Mengenai insentif yang mungkin didapat dari penerapan jadwal ini, sang pemandu hanya menjelaskan bahwa selama ini gaji yang mereka peroleh hanya gaji bulanan saja. Gaji ini pun melalui APBN Badan Geologi Kementerian ESDM.

Dijelaskan bahwa pengelolaan Museum Tsunami Aceh selama ini berdasarkan Perjanjian Kerjasama (MoU) antara Pemerintah Aceh dan Badan Geologi Kementerian ESDM.

"Tapi tahun ini MoU tersebut akan berakhir dan katanya tidak diperpanjang lagi. Museum ini akan diserahkan kepada Pemerintah Aceh. Jadi kami pun ga tau gimana gaji kami nanti" sambungnya. (AJ)