Mohon tunggu...
Pena Kartini
Pena Kartini Mohon Tunggu... Komunitas Sastrawan Wanita Indonesia

"Pena Kartini" merupakan Komunitas Penulis Wanita Indonesia yang didirikan oleh Sri Wintala Achmad pada tahun 2011 dengan beranggotakan Dhenok Kristianti, Rini Intama, Serüni Unié, Ummi Azzura Wijana, Rita Orbaningrum, Maria Widy Aryani, Ni Putu Putri Suastini, Julia Utami, Purna Aprianti, Puspo Endah, Yanwi Mudrikah, Ewith Bahar, Deasy Tirayoh, Ninuk Retno Raras, Ratna Dewi Barrie, Waty Sumiati Halim, Lies Aryati, Yeni Fatmawati, Erni Novalisa, Frieda Amran, Dyah Tinggeng, Nia Samsihono, Santined, dan Lily Siti Multatuliana Sutan Iskandar. Komunitas ini memiliki visi misi untuk menggairahkan penciptaan karya sastra (cepen, puisi, dan esai ) di kalangan sastrawan wanita Indonesia. Adapun program dari komunitas ini berupa diskusi dan penerbitan buku sastra Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Malam Salju di Praha

18 Juni 2019   06:50 Diperbarui: 18 Juni 2019   07:11 0 4 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Malam Salju di Praha
https://pixabay.com 

melewati samudra mengejar bahagia
salju turun menyentuh kulit dari atas bukit-bukit Praha
bagai selimut menutupi bangunan unik
daun dan bunga menjelma butiran es, lempengan es, dan
trotoar licin bagai punggung belut di telapak kaki
lalu, siraman hujan salju melebat
membekukan hati semakin tumpat

kutapaki tepian sungai Vitara
ia membelah kota menjadi dua
perlahan kucari jejak-jejak di udara
siapa tahu ada senyumanmu di sana
tertinggal pada batu-batu yang ada
yang memagari sempadan sungai
yang memagari gisik air

Bibirku membiru menyuarakan lagu
cinta yang terpaku pada kata-kata beku

tak ada lagi cahaya
yang dapat menuntunku ke sana
berburu kristal bohemia
Ingin menyentuh patung-patung Jembatan Charles penuh bahagia
tapi itu sia-sia

sesloki anggur merah yang menghangatkan rasa
menemani mengingat kenangan lama
saat kau tarik tanganku ke dada
merasakan degup cinta
yang kauberikan padaku dengan tatapan mata

lalu, gema lonceng di depan Prazsky Orloj itu
membuatku terpaku
nyatakah engkau berlalu?

ada doaku melantun bergema
di ruang-ruang fana
hanya ada tempat dua
surga atau neraka

Tuhan,
ampuni dosanya
terimalah amalnya
sertakan cintaku padanya

-Nia Samsihono, Komunitas Penulis Wanita Pena Kartini-

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x