Pembela Satwa Liar
Pembela Satwa Liar

Kami ingin menumpas segala kejahatan satwa liar yang di muka bumi ini, ayo tuntaskan! Ikuti kami di IG : @pembelasatwaliar FB page : Pembela Satwa Liar Twitter : @Pembelasatwa

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Membahayakan, Senapan Angin Mengincar Banyak Korban

11 Juni 2018   10:33 Diperbarui: 11 Juni 2018   10:51 202 0 0

Senapan angin banyak dimiliki oleh masyarakat di Indonesia baik di perkotaan maupun di pedesaan. Banyak masyarakat yang memiliki senapan angin untuk hobi olahraga berburu. Tetapi sayangnya, penggunaan senapan angin ini banyak disalahgunakan beberapa pihak sehingga menimbulkan korban.

Dari hasil studi yang dilakukan oleh Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), sepanjang tahun 2015-2017 senapan angin memakan banyak korban. 89% korbannya adalah manusia sisanya adalah satwa.

Penyalahgunaan senapan angin yang berujung korban banyak terjadi karena faktor ketidaksengajaan, tetapi dalam beberapa kasus yang telah terjadi, senapan angin memang sengaja ditembakkan untuk melukai korban. Menurut data tahun 2015-2017 dari kumpulan berita online yang beredar, total terdapat 80 korban yang tertembak senjata angin 44 orang tertembak secara disengaja. 

Seperti pada tahun 2017, seorang kakak menembak adiknya dengan menggunakan senapan angin di kawasan Jalan Mahir mahar, Palangkaraya. Udie (47) tega menembak Ahmad Acing (41) dikarenakan adanya konflik keluarga. (1)

Selain korban manusia, ada juga korban satwa dari kekejaman senapan angin ini, seperti kukang. 

Menurut hasil studi dari YIARI, banyak kukang yang ditemukan dan masuk ke tempat rehabilitasi karena terluka oleh senapan angin. Dari 7 operasi penyelamatan, 35% kukang mengalami serangan senapan angin, hal ini dapat terlihat dari hasil pengangkatan 3 - 5 peluru dari tubuh kukang. Kukang yang tertembak memiliki kecenderungan mengalami cacat permanen seperti hilangnya bola mata.

Kukang sering dianggap sebagai target yang mengasyikan bagi para pemburu. Karena hewan ini sulit untuk ditaklukkan menjadikannya tantangan tersendiri dalam kegiatan olahraga buru. Banyak kukang yang dijadikan sasaran target, ditembak berkali-kali sampai mati dengan masih dalam keadaan menggantung di dahan pohon. (2)

Bukan hanya kukang, Orangutan satwa kebanggaan negara Indonesia yang endemik di dua pulau Sumatera dan Kalimantan juga tak pelak menjadi sasaran kekejaman senapan angin. seperti yang diutarakan oleh Hery Susanto, Koordinator Kampanye Anti Kejahatan Satwa Liar, "Setidaknya ada 40 orangutan yang ditembak, mereka tersebar di Sumatera dan Kalimantan, korban terakhir yang kami data terjadi di Kutai Timur pada 3 Februari 2018", ujarnya.

Pada tanggal 3 Februari, Seekor orangutan bernama Kaluhara, ditemukan mati dengan 130 butir peluru bersarang di sekujur tubuhnya. (3)

Padahal menurut peraturan dari Kapolri nomor 8 tahun 2012, tentang pengawasan dan pengendalian senjata api untuk kepentingan olahraga, senapan angin hanya digunakan untuk kepentingan menembak target (pasal 4 ayat 3), dan hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan (Pasal 5 ayat 3). 

Kurang efektifnya peraturan ini dan semakin tidak terkendalinya penggunaan senjata senapan angin membuat 8 organisasi konservasi menyerukan pelarangan senapan angin pada bulan Februari 2018 kemarin. Organisasi yang tergabung dalam seruan bersama itu adalah Centre for Orangutan Protection (COP), Animals Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre, Jakarta Animal Aid Network, Yayasan Jejak Pulang, Sumatra Orangutan Conservation Program, dan Orangutan Land Trust.

"Pemerintah seharusnya memperkuat kontrol peredaran dan penggunaan senapan angin di masyarakat, jangan sampai ada korban lagi yang berjatuhan, termasuk satwa liar dilindungi di kawasan konservasi", ujar Hery. (4)

Perlu digarisbawahi, orangutan dan kukang termasuk ke dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang no. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Undang-Undang ini melarang setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati, apabila tertangkap maka terancam pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

Sumber : (1) Konflik keluarga, kakak tembak adik dengan senapan angin. https://sketsanews.com/konflik-keluarga-kakak-tembak-adik-dengan-senapan-angin/

                 (2) Data riset Yayasan International Animal Rescue Indonesia http://www.internationalanimalrescue.or.id

                 (3) Satwa liar melawan senapan angin. https://m.liputan6.com/regional/read/3285759/satwa-satwa-liar-melawan-senapan-angin

                 (4) 8 Organisasi konservasi satwa serukan larangan penggunaan senapan angin. https://regional.kompas.com/read/2018/02/14/17090201/8-organisasi-konservasi-satwa-serukan-larangan-penggunaan-senapan-angin

Photo credit : Alex Andrews - @Alexchandrews