Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Ritual Gowes Sepeda Bandung-Pangandaran Ditiadakan

20 April 2020   09:33 Diperbarui: 20 April 2020   09:37 39 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ritual Gowes Sepeda Bandung-Pangandaran Ditiadakan
Anggota komunitas sepeda PSM berkumpul di Kiaracondong. (foto: dok. pribadi)

Dipastikan ritual tahunan menggowes sepeda ramai-ramai dari Bandung menuju Pangandaran tahun ini ditiadakan. Kegiatan yang biasanya digagas komunitas sepeda Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) Kiaracondong Kota Bandung itu, terbentur kebijakan physical distancing dan soscial distancing yang diberlakukan sejumlah daerah.

Jangankan menggelar gowes ramai-ramai ke luar kota, aktivitas anggota komunitas sepeda di dalam kota saja sudah jarang terlihat. Para anggota komunitas sepeda yang biasanya di akhir pekan berkumpul dan mencari medan yang menantang, sudah lama berdiam diri di rumah saja. Mereka mengaku tidak berani bergerombol di jalanan khawatir mendapat teguran dari aparat kepolisian.

Komunitas sepeda PSM sendiri cukup unik dalam pembentukannya. Semula ada  beberapa penggemar sepeda, sering berkeliling di jalanan kota. Tanpa disengaja titik temunya sering di sekitaran PSM Kiaracondong. Akhirnya mereka sepakat mendirikan komunitas dengan nama PSM Bike Tracking Club.

Sedangkan anggotanya tidak sebatas warga sekitaran Kiaracondong. Para penggemar sepeda itu datang dari Cibiru, Riung Bandung, Cigadung, Lembang, Kopo, Cijeurah, Setiabudhi, Holis, Cimahi, dan Rancaekek. Setelah makin banyak anggotanya, komunitas PSM pun makin terkenal dan banyak penggemar sepeda dari luar kota, seperti Garut, Ciamis, Tasikmalaya dan Sumedang ikut bergabung.

Anggota komunitas sepeda PSM ketika tiba di Pangandaran. (foto: dok. pribadi)
Anggota komunitas sepeda PSM ketika tiba di Pangandaran. (foto: dok. pribadi)

Setiap minggu ada saja kegiatan yang dilakukan. Bahkan, komunitas PSM sering kedatangan tamu komunitas sepeda dari luar Bandung, yang minta diantar untuk menjelajahi wilayah-wilayah di pinggiran Bandung. Tugasnya memang untuk menemani dan memandu jalan, agar komunitas tamu mendapatkan pengalaman yang mengasyikan menggowes di wilayah pinggiran Bandung.

Selain kegiatan rutin mingguan, biasanya anggota komunitas sepeda PSM melakukan ritual gowes Bandung-Pangandaran, menjelang datangnya bulan Ramadhan. Istilahnya munggahan. Berangkat dari Bandung selepas shalat Shubuh, sampai di Pangandaran rata-rata menjelang Magrib. Tiba di Pangandaran semua anggota komunitas PSM melakukan makan bersama (munggahan).

Merasa kecewa
Banyak anggota komunitas sepeda PSM yang merasa kecewa dengan ditiadakannya acara ritual tahunan itu. Sebab, acara itu biasanya dijadikan puncak kegiatan bersepeda di kawasan Bandung saja. Banyak anggota yang merasa tertantang mampu menyelesaikan perjalanan Bandung-Pangandaran tanpa kurang apa pun.

"Iya, kecewa sih kecewa. Biasanya acara Bandung-Pangandaran ini paling banyak dinantikan anggota. Terasa sekali kebersamaannya. Ramai-ramai naik sepeda menempuh perjalanan cukup jauh. Cuma bagaimana lagi, sekarang lagi musim virus corona. Pastinya tidak boleh ramai-ramai bergerombol," kata seorang anggota komunitas sepeda PSM, Pepen.

Hal yang sama dikemukakan, Dede Sudrajat. Ritual gowes Bandung-Pangandaran merekatkan kekeluargaan anggota komunitas yang tersebar di beberapa daerah. Selama perjalanan jadi saling akrab. Sesampainya di Pangandaran juga kita bersenang-senang. Itu memang puncak kegiatan sepeda, karena setelahnya kita akan istirahat bersepeda terkait ibadah puasa.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, ritual gowes Bandung-Pangandaran melibatkan puluhan anggota. Pesertanya datang dari mana-mana. Walau semuanya tidak hafal nama satu persatu, namun di perjalanan sangat kompak. Itu memang ciri khas komunitas sepeda PSM. Pada masing-masing anggota sudah ditanamkan rasa untuk saling membantu.

Anggota lainnya, Hasan cuma bisa pasrah. Tapi dia sudah memprediksi ritual tahunan gowes Bandung-Pangandaran yang biasa digelar sebelum Ramadhan, bakal tidak digelar. Situasinya tidak memungkinkan. Bagaimana pun semua anggota komunitas sepeda cari aman dulu.

"Tak apa-apa tahun ini ditiadakan. Semua juga pasti tahu apa penyebabnya. Tinggal berharap saja tahun depan kembali ada ritual gowes Bandung-Pangandaran. Kondisi sekarang ini juga jangan mengurangi kekompakan anggota agar tahun depan pesertanya tetap banyak," ujar Hasan. (Anwar Effendi)***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x