Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Jatuh Dua Kali dan Akhirnya Menyerah

14 April 2020   12:19 Diperbarui: 14 April 2020   12:29 105 20 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jatuh Dua Kali dan Akhirnya Menyerah
Akhirnya motor saya terjatuh. (foto: dok PT DAM)

Pernahkah jalan-jalan mengendarai motor, tidak jelas tujuannya dan belum mengetahui medan yang akan dilalui? Hati-hati kalau mengalami hal seperti itu, karena lengah sedikit risiko kecelakaan sudah menanti.

Perjalanan tidak jelas tujuan akhirnya, kemana saja rutenya, belum diketahui bagaimana medan jalannya, dikenal oleh komunitas motor sebagai aktivitas blind ride. Memang agenda blind ride jarang dilakukan, tapi itu akan jadi poin penting bagi anggota komunitas motor.

Mereka yang berhasil menaklukan blind ride, boleh dikata level pengalamannya naik satu tingkat. Walau begitu, bagi anggota komunitas motor jangan mengejar kebanggaan semata. Jika ingin terlibat dalam aktivitas blind harus melakukan persiapan yang matang.

Hal yang terpenting, menyiapkan fisik yang prima. Hal ini mengingat perjalanan yang menempuh jarak yang jauh. Kedua medan yang akan dilalui pasti banyak tantangan. Kalau fisik tidak fit, jangan memaksakan diri ikut aktivitas blind ride.

Standar lainnya yang harus diperhatikan, yakni alat kelengkapan berkendara. Pastikan mengenakan helm standar dan memenuhi unsur keselamatan. Mengenakan jaket dengan bahan yang tahan angin, sekaligus tidak tembus air jika hujan. Sarung tangan jangan sampai ketinggalan. Biasakan juga mengenakan pelindung bahu, siku, dan lutut. Biar lebih aman kenakan sepatu yang tinggi hingga menutup di atas mata kaki.

Jalanan becek dan licin jadi tantangan peserta blind ride. (foto: dok. PT DAM)
Jalanan becek dan licin jadi tantangan peserta blind ride. (foto: dok. PT DAM)
Pengalaman terakhir mengikuti agenda blind ride, benar-benar menguras tenaga dan membutuhkan mental yang tinggi. Informasi awal yang didapat, cuma jarak yang akan ditempuh kira-kiran 150 kilometer. Dengan gambaran seperti, perjalanan pasti jauh bukan sekadar keliling jalan raya kota. Yang nyalinya ciut dipersilakan mengundurkan diri.

Akhirnya setelah melewati pemeriksaan kesehatan, tercatat ada 60 peserta dari beberapa komunitas motor yang akan menjalani blind ride. Titik kumpul mengambil lokasi di kawawan Bunderan Cibiru Kota Bandung. Perjalanan diawali dengan menyusuri Jalan Raya Cibiru menuju Cileunyi belok kanan dan mengarah ke wilayah Rancaekek Kabupaten Bandung.

Masalah yang dihadapi peserta blind ride cuma kemacetan dan itu sudah biasa terjadi. Apalagi di kawasan Cileunyi sedang berlangsung proyek Jalan Tol Cisumdawu dan Terminal Kereta Api Cepat Bandung-Jakarta. Peserta blind ride mulai terpecah-pecah. Kemacetan masih terus ditemui hingga mendekati pabrik garmen Kahatex di Rancaekek.

Selepas itu, perjalanan lancar dan semua peserta sangat menikmati agenda blind ride. Masuk wilayah Nagrek dan mendekati Garut. Cuma peserta justru mengambil jalur jalan menuju Tasikmalaya. Banyak medan jalan yang berkelak-kelok juga diselingi tanjakan dan turunan.

Tiba di pertigaan Jalan Raya Garut-Tasikmayala-Kecamatan Kadipaten, peserta blind ride belok ke kanan. Bangunan yang gampang diingat di wilayah itu, yakni Polsek Kadipaten. Dari sana perjalanan melewati jalan kecil dan tidak ada sinyal telefon seluler. Semua blank.

Peserta menghadapi jalan berbatu terjal dan menanjak. (foto: dok. PT DAM)
Peserta menghadapi jalan berbatu terjal dan menanjak. (foto: dok. PT DAM)
Pemandangan di sana asyik, banyak bukit dan lembah. Kemudian memasuki area jaringan pipa gas Karaha Bodas. Nah tantangan mulai di sana. Jalah mulai rusak. Banyak lubang yang harus dihindari. Bahkan ada jalan yang rusak sama sekali. Peserta blind ride, tidak mengetahui masuk wilayah apa dan makin terkaget-kaget dengan medan jalan yang ditemui.

Ada jalan yang mirip kubangan kerbau. Materialnya berupa tanah liat. Sialnya lagi semalaman sudah diguyur hujan. tidak sekali atau dua kali peserta blind ride menghadapi jalan yang becek dan licin. Lolos di rintangan pertama, tantangan kedua sudah ada di depan mata.

Saya mulai frustrasi kapan sampai tujuan perjalanan blind ride ini. Di tengah rasa lelah mengatasi rintangan, akhirnya saya tidak bisa mengendalikan motor dengan normal di jalanan becek dan licin. Nyaris jatuh, saya berusaha berhenti dan bisa ditolong peserta lainnya.

Menyelesaikan medan jalan becek dan licin, tidak membuat hati tenang. Berikutnya, medan jalan berupa bebatuan terjal dan menanjak. Kondisi itu benar-benar membutuhkan skill khusus. Motor selalu terlonjak-lonjak. Saya menyerah dan jatuh untuk kedua kali. Beruntung tidak mengalami luka serius.

Bendera putih terpaksa diangkat. Ampun tidak bisa melanjutkan perjalanan. Saya minta dibonceng saja dan tidak peduli perkataan peserta lain yang menyebut sebentar lagi sampai. Ternyata perjalanan masih jauh. Dan sepanjang perjalanan itu, tetap menghadapi jalan berbatu dan menanjak. Ternyata akhir dari perjalanan blind ride mencapai objek wisata Talaga Bodas di kawasan Wanaraja Garut.

Fisik saya sudah habis dan hanya bisa memeluk erat badan teman yang mengendalikan motor. Blind ride benar-benar membutakan!(Anwar Effendi)***

Peserta blind ride bergaya di pinggir lembah wilayah Kadipaten Tasikmalaya. (foto: dok. pribadi)
Peserta blind ride bergaya di pinggir lembah wilayah Kadipaten Tasikmalaya. (foto: dok. pribadi)

VIDEO PILIHAN