Mohon tunggu...
Anwar Effendi
Anwar Effendi Mohon Tunggu... Mencari ujung langit

Sepi bukan berarti mati

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Ibu Tien, Instruktur Senam Besertifikat Tidak Malu Jualan Cireng

7 April 2020   08:00 Diperbarui: 7 April 2020   08:12 49 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ibu Tien, Instruktur Senam Besertifikat Tidak Malu Jualan Cireng
Ibu Tien instruktur bersertifikat banting setir jualan cireng. | dokpri

Virus corona benar-benar membuat krisis. Banyak orang kehilangan pekerjaan. Walau begitu, di sisi lain bermunculan ide-ide kreatif. Seperti, kebutuhan masker yang meningkat, melahirkan perajin dan penjual masker di beberapa tempat.

Ada juga yang kehilangan pekerjaan yang akhirnya alih profesi. Uniknya, pekerjaan yang baru dilakoninya kadang tidak sesuai dengan keahlian. Sebut saja Ibu Tien Kartini Herawati, yang sebelumnya berprofesi sebagai instruktur senam bersertifikat Dispora Kota Bandung, harus banting setir menjajakan aneka kuliner.

Kebijakan stay at home, membuat Ibu Tien Kartini tidak bisa mengajar di beberapa sanggar yang selama ini menjadi binaannya. Semua aktivitas senam di sanggar dihentikan. Praktis, Ibu Tien Kartini tidak punya pekerjaan atau aktivitasnya sebagai instruktur terhenti sementara.

"Kesel juga tidak punya kegiatan. Paling melakukan senam sendiri di rumah. Biar badan tidak terasa capek. Tapi lama-lama membosankan. Eh tahunya ada anggota komunitas senam yang menawarkan kerja sama. Selama ini dia pandai membuat cireng (aci digoreng). Terus dia mengemukakan ide bagaimana kalau jualan cireng saja. Dia yang membuat saya yang menjual," tutur Ibu Tien.

Cireng mentah isi bumbu pecel. | dokpri
Cireng mentah isi bumbu pecel. | dokpri
Ibu Tien tidak merasa malu, walau menyandang profesi sebagai instruktur yang memegang sertifikat, akhirnya harus berjualan cireng. Dia memanfaatkan jejaringnya di sejumlah sanggar senam, untuk menawarkan makanan khas bandung itu.

Menurut Ibu Tien Kartini, cireng yang dijajakannya agak beda dari yang biasa beredar di pasaran. Sebagian besar cireng yang dijual pedagang tidak ada isinya. Nah, cireng yang dijajakan Ibu Tien Kartini ada isinya berupa bumbu pecel.

"Pas dimakan, tidak hanya gurih yang terasa di mulut. Tapi ada sedikit rasa pedas-pedasnya. Itu berasal dari bumbu pecel yang dimasukan kedalam cireng. Sekarang, mulai banyak yang pesan setelah mencoba dulu cireng isi bumbu pecel," kata Ibu Tien.

Diungkapkan, saat ini dirinya bertindak sebagai penjual saja. Sementara produksi cireng isi bumbu pecel dilakukan oleh anggota komunitas senam yang bernama Ibu Enuy Aef. Dia memang pandai membuat kue. Nah sekarang lagi musim aturan di rumah saja, Ibu Enuy akhirnya makin memfokuskan usaha membuat cireng bumbu pecel.

Cireng produksi Ibu Enuy yang dijual Ibu Tien masih dalam bentuk mentah. Kuliner itu dikemas dalam dus kecil isi 12 biji dengan harga Rp 15.000,00. Sedangkan kemasan dus yang lebih besar berisi 22 biji, cuma harganya menjadi Rp 25.000,00.

Risoles produksi anggota komunitas senam. | dokpri
Risoles produksi anggota komunitas senam. | dokpri
Harga tersebut tergolong murah, apalagi melihat bentuk cireng yang agak besar dan berisi bumbu pecel pula. Selama ini, pesanan banyak datang dari sesama anggota komunitas senam. Pesanan biasanya dilakukan lewat media sosial semcam Whats App (WA). Tapi sekarang, masyarakat umum sudah mengenal cireng bumbu pecel tersebut.

Selain menjual cireng mentah, Ibu Tien Kartini pun membantu pemasaran produksi risoles Ibu Tomi, anggota komunitas senam lainnya. Kalau cireng penjualannya sudah dikemas, untuk risoles dijualnya per biji. Harga satu biji risoles Ibu Tomi, yakni Rp 3.000,00. Harga itu untuk risoles yang matang. Sedangkan yang mentah dibandrol dengan harga Rp 2.500,00.

"Teman-teman anggota komunitas senam, sekarang kreativitasnya bermunculan, setelah tinggal di rumah saja. Kalau Ibu Enuy pandai membuat cireng, Ibu Tomi ahlinya membuat risoles. Bahkan risoles Ibu Tomi, kualitasnya tidak kalah dengan produksi toko-toko kue. Kalau sudah mencicipi risoles buatan dia, pasti akan ketagihan," ucap Ibu Tien.

Ibu Tien merasa semangat membantu usaha yang dijalani para ibu-ibu anggota komunitas senam. Walau hasilnya tidak seberapa, bagi dia yang penting ada kegiatan. Selain itu, dia juga jadi bisa terus menjalin komuniasi dengan anggota komunitas senam yang menjadi binaannya.

"Sekarang jualan cireng dan risoles, jadi bagian yang menyenangkan selama disuruh diam saja di rumah. Senam boleh libur, tapi usaha lain harus dirintis dari sekarang. Siapa tahu ke depan jadi lebih menjanjikan," kata Ibu Tien penuh semangat.(Anwar Effendi)***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x