Mohon tunggu...
Pecandu Sastra
Pecandu Sastra Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis dan Penulis

Instagram: @pecandusastra96 Twitter: @itsme1disisi YouTube: Sultan Diamond Channel

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Refleksi Diri bersama Astrid dalam "Hari Ini atau Esok"

21 Januari 2022   06:14 Diperbarui: 21 Januari 2022   06:20 185 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Oleh    : Pecandu Sastra

Dalam menjalani hidup, terkadang kita perlu yang namanya introspeksi diri. Aktivitas ini sangat bermanfaat sekali untuk kita agar bisa menilai dan melihat sejauh mana diri kita melangkah, apakah sesuatu yang kita lakukan itu sudah baik atau belum, masih perlu dipertahankan atau tidak, dan bagian-bagian mana saja yang seharusnya kita tanggalkan.

Melalui buku 'Hari Ini atau Esok' Astrid Savitri mengajak kita untuk bernostalgia pada momen, perjalanan, dan mengingat kembali masa-masa yang telah kita lalui.

Buku dengan ketebalan 244 halaman ini dipenuhi rangkaian kata, kalimat, dan kutipan yang menarik dan seirama. Setiap huruf dan kata pun bermakna. Mengajak kita untuk terus berbenah, memperbaiki diri untuk lebih baik lagi, lagi, dan lagi.

Membaca buku ini, mengingatkan kita bahwa hidup adalah bagian dari proses untuk belajar, berjuang, mencari, menemukan, melepaskan, memaafkan, mengingat, melupakan, dan lainnya. Pada intinya tujuannya ialah mengantarkan kita untuk menuju kedewasaan.

Ia juga sebagai cerminan akan hal yang telah kita lewati, baik hal-hal kecil maupun sesuatu yang begitu besar dan dahsyat, atau mungkin sesuatu yang sangat berharga dan bernilai bagi kita. Menjadi refleksi bagi diri untuk hari ini, esok, dan nanti.

Kalau kata seorang peminat buku, Her Suharyanto, buku ini hasil kombinasi antara prosa dan puisi, narasi dan argumentasi, refleksi dan motivasi, serta kedalaman dan kejenakaan. Sebagai buku motivasi yang hadir tanpa menggurui.

Kutipan di dalam buku yang aku suka, beberapa di antaranya ialah;

"Hidup selalu penuh dengan pasang surut. Stres, kerepotan, dan kemunduran pasti terjadi, yang penting itu bagaimana aku bereaksi terhadap pergumulan hidup."

"Sebetulnya, cara pandangku saja yang membuat depresi, terutama ketika aku lebih memilih untuk berpikir negatif. Aku harus terus mengingatkan diri bahwa masalah, apapun itu, bersifat sementara dan dapat dipecahkan. Nggak ada yang abadi."

Identitas Buku:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan