Mohon tunggu...
Pebrianov
Pebrianov Mohon Tunggu... Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Lelaki di Langit Pusaran Angin

12 September 2019   08:44 Diperbarui: 12 September 2019   09:04 0 17 4 Mohon Tunggu...
Puisi | Lelaki di Langit Pusaran Angin
sumber gambar : cdninstagram.com / stalkr.net

dia datang dari kutub tak bernama. kepada langit matanya tak pernah berkedip. berpenuh visi.

langit tak cuma harapan. bukan batas impian. langit adalah jejak. titian tapak kaki. sahabat olah logika. bangun karsa. labuh juang. sukacita bakti. tinta emas anak negeri pada lembar dunia. dan,  tentang kutub diri.

tahu kah kau? di tengah deru dingin. pernah angin merangsek lambungnya yang berbuku-buku. ketika saku lusuh tak satupun berhuni receh-receh. tapi matanya tak hilang kilau. penuh cahaya cita. tiada pancar benci-dendam.

kau harus tahu.
dia lah si lelaki. pecinta langit. pengolah pusaran angin jadi harum bangsa. terbang tanpa lelah.  

kini dibalik langit ia pergi. ditangisi angin. dihantar airmata anak negeri yang sedang belajar cinta si lelaki.


---


Peb12/09/2019


KONTEN MENARIK LAINNYA
x