Pebrianov
Pebrianov Lelaki Pemalu | Pendukung Garis Keras Timnas PSSI |

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun jangan ambil yang jadi milik Tuhan, dan berikanlah yang jadi hak kaisar.

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Ketika Seekor Ular Piton Tertangkap di Kampung Tak Ternama

23 Maret 2018   09:26 Diperbarui: 23 Maret 2018   14:07 714 17 10
Ketika Seekor Ular Piton Tertangkap di Kampung Tak Ternama
Sumber gambar: lokasiberita.com

Sebuah media mainstrean ternama memberitakan seekor ular Pyton sepanjang 4 meter ditangkap sejumlah warga kampung. Kampung jadi heboh. Ular jadi tontonan dan bahan pembicaraan layaknya gosip artis. 

Saya telusuri rangkaian link berita perihal ular di media mainstream tersebut. Ada banyak kejadian dan pemberitaan dengan waktu kejadian terbaru sampai yang sudah lama berlalu. Untuk melengkapi "rasa penasaran" saya buka lagi beberapa media mainstream lain yang memberitakan tentang ular. Ternyata banyak! 

Muatan berita umumnya tentang ular masuk kampung, ular masuk rumah warga, warga dipatok ular, dan ada juga yang tewas dimangsa ular. 

Hal yang mengherankan adalah, pertama ; tempat kejadian di kampung/dusun yang sebelumnya tak banyak orang yang tahu. Bahkan nama kecamatannya pun baru dikenal saat itu. Lalu, bagaimana wartawan media itu bisa "meliput" berita tersebut? Kedua, kenapa "hanya" ular tertangkap warga "harus" masuk pemberitaan? Bukankah masih banyak kejadian besar yang bisa dijual. Ketiga, apa pengaruh pemberitaan kampung tersebut setelah masuk berita?

Gambar : King cobra ditemukan mati tercekik dalam lilitan musuhnya, sementara sang piton mati keracunan setelah digigit di bagian belakang kepalanya. Sumber gambar ; https://sains.kompas.com/read/2018/02/03/203500823/akhir-mengenaskan-dari-pertarungan-ular-king-kobra-dan-piton-raksasa
Gambar : King cobra ditemukan mati tercekik dalam lilitan musuhnya, sementara sang piton mati keracunan setelah digigit di bagian belakang kepalanya. Sumber gambar ; https://sains.kompas.com/read/2018/02/03/203500823/akhir-mengenaskan-dari-pertarungan-ular-king-kobra-dan-piton-raksasa
Peristiwa Kecil dan Efek Pemberitaan

Pada Jaman Now, sumber awal data pemberitaan bisa didapatkan dengan mudah dan cepat karea ditunjang  kemajuan teknologi informasi. Dalam bentuk sederhana dari keberadaan perangkat gawai (smartphone) dan dunia medsos yang umumnya dimiliki oleh setiap orang, tak terkecuali yang tinggal di wilayah kampung di pedalaman dan "tidak dikenal". Dengan perangkat gawai tadi, sebuah peristiwa kampung direkam dalam bentuk video atau pun foto oleh warga sekitar kemudian disebarkan melalui akun medsosnya.

Niat awalnya mungkin sharing  informasi secara terbatas kepada kerabat atau teman dekat. Namun kemudian dari temannya itu menyebar ke teman yang lain dan seterusnya. Dalam waktu singkat, jadilah viralitas regional tentang peristiwa ular tersebut.

Kejadian ular masuk kampung yang tadinya jadi pembicaraan hangat cuma di tingkat dusun dan sekitaranya kemudian berkembang ke desa, dan bahkan kabupaten. Kalau peristiwanya sangat unik, langka serta mengandung "Sensasi Berita" bisa berpotensi tersebar ke seluruh nusantara bahkan dunia. Misalnya pada kejadian ular Piton sepanjang 7 meter yang menelan Akbar, seorang petani perkebunan sawit di Desa Salubiro, Karossa, Mamuju Tengah, propinsi Sulawesi Barat pada bulan Maret2017 lalu. Peristiwa itu menjadi berita nasional, bahkan dunia!

Isu atau kabar yang semula dari dunia medsos kemudian "tercium" oleh pers lewat wartawan atau kontributornya. Mereka kemudian melakukan "operasi jurnalistik" ke lokasi kejadian. Beruntungnya, walau pun suatu kejadian itu mungkin sudah lewat beberapa jam atau hari, bahkan minggu namun jejak digital yang dimiliki warga setempat bisa dijadikan bagian data pemberitaan. Foto atau video perihal Ular  yang didapatkan dari warga sekitar menjadi "bukti" operasi jurnalistik. Maka kejadian "di kampuang nan jauh di mato itu" pun kemudian jadi milik penghuni seluruh planet sinyal, bukan lagi hanya terbatas pada kampung itu. 

Binatang ular bagi banyak orang merupakan binatang yang ditakuti, biarpun bentuknya kecil tapi kehadirannya bisa bikin jantung copot dan trauma. Selain itu, ular "ada dimana saja". Ular dapat ditemukan di saluran air belakang rumah, di teras atau halaman rumah, bahkan dibawah meja makan anda! Hiiih!

Hal tersebut berbeda dengan binatang lain yang ditakuti seperti harimau, macan, beruang--yang hampir pasti berada hutan atau area luar berkarakter hutan-kebun-semak. Itulah mengapa, kejadian manusia bertemu ular lebih sering terjadi dan selalu menarik perhatian. Orang ingin tahu darimana ular itu muncul, apa yang dilakukannya, bagaimana bisa tertangkap, dan lain sebagainya.

Penyebaran berita ular itu setidaknya menjadi pembelajaran para pembaca di seantero planet ini bahwa ular bisa ada di lingkungan terdekat. Untuk itu setiap orang harus selalu waspada dimana pun dia berada.

Terkait kampung tak ternama yang kemudian "masuk koran online gegara ular" tentu diuntungkan secara "publisitas". Para pembaca jadi tahu nama kampung, nama tokoh atau kepala kampung, letak kampung dan lain sebagainya. Bahkan bukan tidak mungkin kampung tersebut jadicatatan lembaga atau instansi terkait guna pelaksanaan suatu program tertentu. 

Pada kejadian ular menelan manusia di Desa Salubiro-Sulawesi Barat tahun 2017 lalu, setelah diberitaan oleh beragam media akhirnya terungkap bahwa wilayah kampung dan kecamatan tersebut memang dihuni banyak ular besar. Wilayahnya yang diliputi hutan dan perkebunan sawit berskala besar ternyata merupakan tempat tinggal beragam ular besar.

Kondisi itu awalnya hanya diketahui penduduk desa dan kecamatan tersebut, namun kemudian jadi "tanggung jawab" nasional. Perlu adanya tindakan tertentu dari instansi terkait agar keadaan itu tidak membahayakan warga, namun disisi lain juga perlu memperhatikan aspek pelestarian. Jangan sampai kemudian para pemburu ular berdatangan dari segala daerah untuk menghabisinya demi nilai ekonomis semata.

Begitulah, kejadi di sebuah kampung kecil yang mungkin sering dijadikan  joke "tak ada di peta" bisa saja mendadak terkenal karena seekor ular yang 'Nganu' terhadap warga sekitarnya. Pada jaman now peristiwa kecil, tempat  jauh dan tak terkenal bukan  jadi halangan jadi berita sumber berita. Informasi kejadian yang menjadi berita  tak terbatas waktu, tempat dan bobot peristiwa. Selalu ada pembelajaran dibalik semua itu, baik bagi kampung tempat kejadian dan seluruh pembaca berita. 

Nah, habis membaca artikel ini, anda periksa di kaki anda di bawah meja atau kolong lemari, barangkali ada ular di situ! Hiiii...!

Heu heu heu heu....

---- 

Peb, 23/03/2018