Pebrianov
Pebrianov Lelaki pemalu dan menyebalkan yang pernah gagal jadi pemain bola | suka menulis karena takut kesambet anu |

Bersukarialah dengan huruf, kata dan kalimat. Namun demikian jangan mengambil yang menjadi milik Tuhan, dan berikanlah yang menjadi hak kaisar. Celeguk !

Selanjutnya

Tutup

Politik highlight

Kematian Saksi Kunci Megakorupsi E-KTP Lahirkan Konspirasi Publik

12 Agustus 2017   23:54 Diperbarui: 13 Agustus 2017   08:22 2374 16 14
Kematian Saksi Kunci Megakorupsi E-KTP Lahirkan Konspirasi Publik
Yohannes Marliem, saksi kunci skandal megakorupsi E-KTP. Sumber gambar ; https://sgimage.detik.net.id/community/media/visual/2017/08/11/9c512d80-f119-4adc-a3c9-c2fe1ab006ad_169.jpg?w=780&q=90

Johannes Marliem (JM), saksi kunci megakorupsi E-KTP dikabarkan meninggal di kediamannya di kawasan Edinburgh Avenue, West Hollywood, Amerika Serikat. JM adalah penyedia alat teknologi Informasi (TI) proyek E-KTP. Dikabarkan JM "bunuh diri" dengan menembakkan dirinya, setelah sebelumnya terjadi drama penyekapan seorang wanita da anak kecil di kediaman tersebut. 

Dalam drama itu, pihak keamanan setempat bahkan sempat memblokir jalan guna pembebasan wanita dan anak yang disekap. Tak lama kemudian JM bunuh diri. Namun beberapa waktu berselang akun twitter. Johannes Marliem aktif dan membuat status, sehingga bikin publik terheran-heran terkait kebenaran kematiannya. Ciutan marliem itu kemudian dihapus atau hilang dari lini masa akun twitter @johannesmarliem. 

Sumber: www.johannesmarliem.com
Sumber: www.johannesmarliem.com

Sangkaan Publik dan Citra Pemerintah

Kalau dilihat secara awam tentang "kronologis" kematian JM, tampaknya ada masalah pribadi yang menyelimuti dirinya. Drama penyekapan terhadap seorang "wanita dan anak" tersebut mengindikasikan masalah domestik dirinya.  Namun sampai saat ini fokus pemberitaan masih pada kejadian kematiannya, belum ada kejelasan tentang pihak-pihak di sekeling kehidupan pribadi dan  kematiannya, misalnya siapa wanita dan anak yang "disekap", keberadaan keluarga, rekan kerja dan lain sebagainya. 

Bila ini bisa diungkap lebih jauh, akan lebih jelas sebab kematiannya dan  bisa dibedakan "persoalan pribadi" dengan beragam sangkaan publik tentang statusnya sebagai saksi kunci mega Korupsi E-KTP di Indonesia. 

Sosok JM sebagai saksi kunci korupsi dana proyek yang sangat besar mau tidak mau dikaitkan dengan kematiannya yang "mendadak" dan "tragis". Dalam benak publik, kematian tersebab masalah pribadi pun tak lagi publik percaya sepenuhnya. Publik menduga kematiannya itu adalah disengaja oleh sejumlah kelompok terduga korupsi E-KTP yang merasa terancam atas kesaksian JM. Kelompok tersebut kemudian menciptakan cara untuk melenyapkan JM agar mereka bisa lepas dari jerat hukum. 

Untuk melakukannya tidaklah sulit karena ada kelompok pembunuh profesional yang bisa dibayar melakukannya. Soal dana tidak ada masalah.  Tentunya setting kematiannya dibuat secara matang seolah "wajar", misalnya karena persoalan pribadi. Namun disisi lain bisa juga JM berkonspirasi melenyapkan dirinya seolah-olah mati bunuh diri. 

Soal teknisnya tentu melalui cara yang canggih. Dengan begitu dia bisa bebas dari sangkaan hukum dan kejaran para koruptor yang menginginkannya mati. Selanjutnya JM mengganti identitas baru dan memulai hidup baru ditempat lain yang tidak diketahui siapapun. Dalam hal tersebut, uang lah yang berbicara untuk mengatur semuanya. Kedua skenario kematian itu mirip dalam film-filem barat tentang konspirasi dan pelenyapan orang yang menjadi Targen Operasi intelijen. 

Kematiam JM menjadi tantangan tersendiri bagi pihak aparat hukum negeri ini dan Amerika tempat JM bermukim. Harus ada komunikasi dan kerjasama yang intensif dan saling percaya antara kedua pihak.

Konspirasi yang timbul di masyarakat (publik) bisa menjadi liar dan viral sehingga membentuk opini yang bisa merugikan citra dan kerja aparat hukum Indonesia yang sedang giat membongkar skandal megakorupsi E-KTP. Bila konspirasi itu tidak segera dihentikan dengan kejelasan duduk persoalan sebenarnya tentnag kematian JM, dan juga kecepatan penanganan korupsi tersebut maka publik akan tenggelam dalam konspirasi yang melelahkan, energi pembangunan terkuras untuk hal-hal yang tidak perlu. Akibat lebih jauh akan merugikan citra dan gerak pembangunan pemerintahan Jokowi saat ini.

----- 

Peb13/08/2017