Wisata

Pabrik Tekstil di Lawang Ini Siap Menyuguhkan Pengalaman Unik kepada Wisatawan, Apa Saja?

28 Februari 2018   15:55 Diperbarui: 28 Februari 2018   16:04 495 0 0
Pabrik Tekstil di Lawang Ini Siap Menyuguhkan Pengalaman Unik kepada Wisatawan, Apa Saja?
dokpri

MALANGTIMES- Tidak berlebihan jika Kabupaten Malang berjuluk kabupaten dengan sejuta potensi. Sebab, daerah yang dipimpin Bupati Dr H Rendra Kresna ini tidak hanya menyimpan potensi wisata alam, gunung dan pantai yang indah. Banyak potensi lain di Kabupaten Malang yang jarang terekspose. Salah satunya adalah wisata tekstil.  

Wisata yang satu ini berada di wilayah Malang Utara tepatnya di Jalan Indrokilo Selatan No.28 Lawang. Di sana ada pusat produksi kain satu-satunya di Jawa Timur berkualitas ekspor dengan nama Wisata Textile LaGross.

Wisata LaGross Lawang menyuguhkan produk kain berkualitas ekspor dwngan harga terjangkau. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

LaGross ini satu grup dengan PT New Minatex yang fokus memproduksi kain kualitas ekspor. Awalnya PT. New Minatex sering melakukan bazar kain sisa ekspor di setiap bulan ramadan. 

Seiring besarnya animo masyarakat akhirnya pada 2007 dibukalah Wisata LaGross Lawang untuk pengembangan wisata edukasi tekstil.

Di tempat tersebut wisatawan akan diajak melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan tekstil di PT New Minatex.

Marketing Wisata Textile LaGross Lawang, Reza Fauzi menjelaskan wisata yang ditawarkan di perusahaan ini adalah edukasi proses produksi tekstil. 

dokpri
dokpri
Wisata LaGross Lawang menyuguhkan produk kain berkualitas ekspor dwngan harga terjangkau. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

"Kami biasanya mengajak wisatawan masuk ke bagian produksi hingga mereka paham bagaimana proses pembuatan tekstil itu sebenarnya," kata Reza saat ditemui MalangTIMES di Wisata LaGross, Rabu (28/2/2018).

Lebih lanjut Reza menerangkan wisatawan akan diberi gamabaran detail bagaimana proses tekstil dari benang hingga menjadi kain yang siap jahit. 

"Kalau wisata di sini fokus untuk proses weaving (tenun) dan finishing. Kebanyakan wisatawan yang datang adalah para pelajar seperti sekolah kejuruan dan  mahasiswa," ungkap pria asal Lawang tersebut.

Kemudian wisatawan juga diajak melihat pengolahan kain mentah salah satunya proses pembakaran bulu kain, pemutihan, pewarnaan, pencelupan, pelunturan kanji, pemerataan lebar kain, hingga pengemasan kain. 

Reza menegaskan kain yang dihasilkan 75 persen pangsa pasarnya ke luar negeri. Sisanya untuk pembeli domestik. Kain hasil produksi LaGross setelah jadi pakaian banyak dijual di distro dan departemen store dengan harga terjangkau.

sumber