Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - biasa saja htttps://susyharyawan.com

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ridwan Kamil Istikharah dan Realitas Politik Menjelang 2024

20 Oktober 2021   19:16 Diperbarui: 20 Oktober 2021   19:39 263 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ridwan Kamil: Detik.com

Ridwan Kamil, Istikharah, dan Realitas Politik Menjelang 2024

Pilpres 2024 masih jauh. Pimpinan daerah dan elit sudah mulai genit. Padahal tidak sedikit dari mereka itu sedang berjibaku mengatasi pandemi. Beberapa sangat gagal melihat kinerja mereka. Memilukan mereka sangat percaya diri menatap  pemilihan presiden itu.

Salah satu yang cukup getol dan sangat yakin itu Ridwan Kamil. Tidak ada yang salah, semua warga negara itu berhak untuk dipilih dan juga memilih. Nah, ketika siap dipilih yang penting itu ada tidak yang mau memilih. Itu titik krusialnya.

Usai reformasi, akhir-akhir kejayaan Soeharto pun sama. Begitu banyak orang sangat yakin bahwa mereka layak, mampu, dan siap menjadi presiden. Rakyat pasti akan  memilihnya karena apa yang sudah dilakukan. Contoh Amien Rais. Toh sampai sekarang juga tidak jadi presiden. Benar, tidak ada yang salah untuk ngarep dan yakin bisa jadi presiden.

Alam demokrasi itu persaman hak sangat dijunjung tinggi. Kini, ketika pemerintahan masih berjalan dua tahun tepat, sudah banyak yang merasa diri pantas. Sudah mulai menebar baliho, survey-survey sudah mengadakan riset, dan mengeluarkan hasil amatan mereka.

Nama-nama cukup lama masih ikut masuk bursa yang dirilis oleh lembaga survey, Prabowo calon abadi masih cukup moncer, apalagi rival utamanya sudah tidak lagi bisa maju kembali. anies Baswedan, ini sejak sangat lama selalu ikut dalam  hasil survey. Disusul Ganjar Pranawa yang melejit dan menyejajari Prabowo hari-hari ini.

Nama-nama Risma, AHY, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil  masih terlalu jauh untuk menyamai Ganjar dan Prabowo, mendekati Anies saja masih terlalu jauh. Toh masih tiga tahun kurang.

Ridwan Kamil yang layak dicermati dengan lebih serius, karena menanggapi kesungguhannya untuk ikut berbicara lebih banyak dalam pemilihan presiden mendatang. Ia sudah mengadakan solat istiqarah untuk meminta petunjuk Sang Khalik untuk mendapatkan kendaraan.

Pilihannya paling mungkin P3 katanya. Layak dilihat lebih dalam lagi mengenai laku politik Ridwan Kamil ini.

Selama ini Ridwan Kamil cenderung  tidak menjadi kader pasti partai politik. Hal yang bisa menguntungkan, bisa pula merugikan.  Partai politik tidak cukup merasa kecewa jika meninggalkannya karena bukan kader dan mengaku sebagai anggotanya.

Bisa menguntungkan, jika memiliki reputasi sangat moncer ala Jokowi dan Ahok. Atau ketika leve pencalonannya ada pada tataran gubernur seperti kemarin. Pilpres cukup berbeda peta persaingannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan