Mohon tunggu...
Susy Haryawan
Susy Haryawan Mohon Tunggu... biasa saja

bukan siapa-siapa

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Lima Tahun Ngompasiana, Apa yang Didapat?

2 Juni 2019   19:18 Diperbarui: 2 Juni 2019   19:18 0 54 53 Mohon Tunggu...

Lima Tahun  Ngompasiana, Apa yang Didapat?

Lima tahun persis berinteraksi dalam keluarga besar Kompasiana. Suka dan suka lebih banyak menjadi warna dinamika bersama. Error dan susah login hanya menjadi warna lain dari  namanya keadaan. Apa yang sudah dicapai dengan lima tahun itu?

Bicara soal finansial jelas relatif cukup banyak, apalagi dengan K-reward itu jelas kelihatan. Juga pernah menang dalam K-nival itu ada finansialnya. Kaos sebagai apresiasi survey, dan juga pernah memperoleh hadiah karena paling aktif dalam bulanan, sebelum era K-reward.

Hadiah itu bonus semata, namun pembelajaran yang jauh lebih penting, dari materi atau finansial yang diperoleh. Begitu banyak dan beragam pembelajaran boleh didapat.

Belajar menulis, ini jelas dari tidak bisa apa-apa, bisa menulis dan dibaca ribuan orang. Sama sekali tidak terbersit. Lha dulu majalah komunitas saja enggan untuk terlibat, eh malah jadi seneng nulis. Dari tidak tahu apa-apa, bagaimana  harus menjawab menjadi dapat berinteraksi dengan relatif baik.

Belajar berinteraksi dengan bijak dan dewasa. Salah satu nilai plus Kompasiana adalah interaksi yang relatif baik dan santun. Memaki  paling sekali dua kali dan malu sendiri, bandingkan tempat lain, tidak memaki itu akan dilindas. Lha dunia tulis menulis atau dunia maki memaki, apalagi tidak pernah menulis tapi memaki kenceng dan sok lebih jago dalam semua hal.

Berkaitan dengan point tersebut, awalnya aneh dan lucu mendapati komentar tidak wajar, aneh, dan asal bicara. Mau menjawab dengan bahasa yang sama, pasti akan dikaitkan dengan label biru, dan itu cukup lama untuk bisa berkata, tidak penting dan jawab dengan cara yang mereka pahami, dan styukur tidak cukup membuat ribet lagi.

Belajar untuk bersikap tegas namun bukan kasar. Ini menjadi penting, karena menghadapi kelompok waton sulaya, yang keluar hanya masa pemilu kalau tidak hati-hati malah menjadi lebih buruk. Literasi bagi bangsa ini tidak kalah penting termasuk di dalam bermedia. Jangan hanya karena perbedaan piihan politik, kemudian caci maki seolah wajar-wajar saja.

Hal itu tidak mudah dan cepat bisa teratasi. Kelompok waton, keluar hanya membuat rusuh dan jarang menulis, namun analisisnya bisa seolah lebih dari pakar. Menggurui untuk ini dan itu, akun bodong lagi. Tidak tahan bisa emosi dan merusak dinamika yang mau dibangun.

Bersaudara dengan lebih luas lagi. Tidak sekadar berteman, bahkan dengan media percakapan yang lebih luas bertemu dengan saudara-saudara lain. Menjalin persaudaraan bukan semata kesamaan ide, gagasan, dan tulisan semata. Beberapa ketemu personal, beberapa japrian dengan lebih mendalam, dan itu melampaui sekadar Ngompasiana.

Interaksi yang terjalin tidak lagi hanya dunia tulis menulis, namun juga kisah inspiratif, persoalan personal, dan juga saling menguatkan dan mendukung dalam banyak kisah. Ini luar biasa. Berbagi informasi, pengetahuan, kisah, dan juga kadang derita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2