Mohon tunggu...
YR Passandre
YR Passandre Mohon Tunggu... Penulis - Pembaca

menulis dan menikmatinya

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Sebuah Taman

27 November 2020   20:54 Diperbarui: 11 Januari 2021   17:17 320 104 14 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Di Sebuah Taman
Ilustrasi pixabay.com

 Aku memulai senyuman pada bunga baru mekar dan mengiringkan kata selamat atas hujan pertama yang jatuh di pelupuknya. Yang dalam waktu lekas akan menikmati keharuman. 

Tak perlu gusar karena aku akan menjaga segala marwah dari mulut celeoptera yang rakus.

Aduhai langit masih lindap. 

Namun aku cemburu pada rumput yang tak pernah risau dan selalu meriangi rasa syukur. Bergumul dalam kerendahan hati.

Maka aku berguru pada ketabahan tanah yang tak membalaskan kesal atas budi luhur yang terabaikan. 

Kilat berhenti memberi isyarat.

Aku pun telah belajar meresapi ketulusan daun-daun menanti embun sepanjang kemarau yang tak luntur dalam getir. 

Hingga hening embun jatuh melekatkan bisikan lembut kearifan. Hening jadi cermin.

Rerintik tak bersisa.

Sedangkan pada akar aku menimba semangat dan menyerap energi ikhtiar yang tak terhalang angkuh tanah berbatu.

Hingga aku akan terus bertafakur bahkan meskipun mentari berpulang. 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
27 November 2020