Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Ini Tebakanku, Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menkopolhukam

15 Oktober 2019   21:23 Diperbarui: 15 Oktober 2019   21:26 349 8 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Tebakanku, Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menkopolhukam
Foto: Tribunnews

Mumpung tebak-tebakan belum dilarang, saya tergoda juga untuk menebak siapa saja yang bakal beruntung masuk dalam kabinet jilid dua Jokowi. Salah satu yang paling menggoda adalah sosok Prabowo Subianto yang dalam dua minggu ini membuat pusing para pengamat politik. Karena siapa sangka Prabowo yang tadinya tampil sebagai rival berat Jokowi, eh sekarang malah makin mesra saja. Betul kata orang, politik Indonesia itu memang sangat cair. Secair es krim yang cepat meleleh di suhu kurang dingin.

Namun secair-cairnya politik, sejatinya ada pesan penting yang bisa dipetik dari manuver Jokowi-Prabowo. Saya melihat kedua sosok ini memikul tanggung jawab politik yang mahadahsyat. Jadi bisa dikatakan bahwa pertemuan Jokowi-Prabowo bukan sekadar akrobat politik yang bersifat sementara. Melainkan ada kepentingan bangsa dan negara yang jauh lebih besar di baliknya. Yakni demi keutuhan NKRI yang dipatok harga mati.

Bila mencermati gejolak sosial-politik di Tanah Air belakangan ini, rasanya sangat masuk akal apabila Prabowo memang harus diajak masuk ke dalam pemerintahan Jokowi. Seperti kita tahu, Prabowo dan Jokowi selama ini telah menjadi simbol dua kutub yang saling bertentangan. Dengan bersatunya Jokowi-Prabowo, kedua kutub yang berbeda itu niscaya akan bersatu. Tidak ada lagi pro Jokowi atau pro Prabowo.

Maka jabatan politik yang paling mungkin diserahkan Jokowi adalah kursi Menkopolhukam. Jabatan yang tak lama lagi ditinggalkan Wiranto ini merupakan posisi strategis bagi Prabowo untuk menunjukkan perannya. Sebagai Menko, Prabowo nanti akan membawahi TNI dan Polri, Kemenkumham, Kemendagri, Kemenhan, serta bersentuhan langsung dengan Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, maupun Mahkamah Konstitusi.

Dengan banyaknya wewenang tersebut, Prabowo akan dihadapkan pada banyak persoalan seperti pemberantasan terorisme dan radikalisme, penegakan hukum, memperkuat sinergi TNI-Polri, serta banyak isu sensitif dan strategis lainnya. Peran itulah yang diharapkan Jokowi mampu diselesaikan Prabowo.

Sebagai salah satu tokoh militer yang masih disegani, Prabowo rasanya tidak akan kesulitan menyelesaikan misi yang dipercayakan Jokowi kepadanya. Prabowo juga lebih mudah merangkul kelompok-kelompok yang selama ini berseberangan dengan Jokowi, sebuah tugas yang selama ini sangat berat diselesaikan.

Selanjutnya, bagi Prabowo pribadi, bintang empat di pundaknya akan segera disematkan Jokowi. Prabowo akan menambah satu bintang di topinya, dari tiga menjadi empat bintang. Ia resmi menjadi Jenderal penuh, bukan lagi Letjen (Purn). Itu merupakan konsekuensi jabatan yang disandangnya. Karena kan nggak mungkin Letjen (Purn) memimpin Jenderal aktif seperti Panglima TNI dan Kapolri.

Terpenting lagi, Prabowo akan sangat mudah menaklukkan Pilpres 2024. Sebab bagaimanapun, selain tak lagi berhak mencalonkan diri, Jokowi sangat mungkin membantu pemenangan Prabowo sebagai Presiden Kedelapan Indonesia. Di titik inilah kepentingan Jokowi dan Prabowo bertemu. Jokowi memang butuh Prabowo untuk memuluskan periode keduanya. Di sisi lain, Prabowo juga butuh Jokowi untuk memuluskan langkahnya di Pilpres 2024. Meminjam istilah Anies Baswedan, 'maju bangsanya, bahagia capresnya'.

Tapi ini kan hanya tebakan, bukan kebenaran. Mana tebakanmu?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x