Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Editor - Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Anggota Dewan Pendiam Cenderung Korupsi, Survei Membuktikan!

5 September 2019   18:45 Diperbarui: 5 September 2019   18:59 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Coba Anda ingat-ingat siapa saja anggota DPR yang diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Atau anggota DPR yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka korupsi setelah melalui serangkaian penyelidikan.

Saya jamin tak banyak yang Anda ingat. Paling yang pertama muncul di benak Anda adalah Setya Novanto, mantan Ketua DPR dan mantan Ketum Golkar. Selebihnya pasti samar-samar.

Ambil contoh, siapa sebelumnya yang pernah mendengar nama Eni Saragih sebelum dicokok KPK dalam kasus dugaan korupsi PLTU Riau-1. Siapa pula yang pernah tahu seperti apa sosok I Nyoman Dhamantra sebelum ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam dugaan korupsi bawang putih. 

Selain Eni dan Nyoman, masih banyak nama yang asing di telinga yang justru berakhir sebagai pesakitan KPK.

Apalagi, berdasarkan data KPK, anggota DPR/DPRD yang terjerat kasus korupsi sepanjang 2018 melonjak lima kali lipat menjadi 103 orang dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya. 

Itu berarti, anggota Dewan masih sangat rawan dipengaruhi korupsi. Itu baru 2018, yang dalam catatan KPK termasuk rekor tertinggi sepanjang sejarah. Lihatlah, di tahun 2019 ini juga banyak terjadi penangkapan anggota DPR. Hanya saja, rekornya sejauh ini masih kalah ketimbang tahun 2018.

Bila disimpulkan, anggota DPR yang pendiam alias jarang tampil ke muka publik, justru cenderung terlilit kasus korupsi. Meski bukan suatu teori pasti, hal tersebut memang cukup rasional dan alamiah. 

Akan ada rasa takut maupun was-was untuk tampil ke muka publik. Takut aibnya terbongkar. Daripada sibuk beragumen politik, lebih baik diam-diam merancang 'permainan' korupsi. Begitu kira-kira.

Mari bandingkan dengan politisi Senayan yang rajin tampil di publik. Antara lain Fahri Hamzah, Fadli Zon, Trimedya Panjaitan, Bambang Soesatyo, dan nama lain yang sudah tenar. Rata-rata mereka sudah mengabdi setidaknya dalam 10 tahun terakhir. 

Tetapi lihatlah faktanya, mereka sama sekali tidak pernah tersandung kasus korupsi. Hal ini menjadi bukti (sejauh ini) bahwa anggota DPR yang berlabel 'vokalis Senayan' justru cenderung menjauhi korupsi.

Memang, tak semuanya karena masih ada Setya Novanto yang merontokkan teori itu. Namun bila ditinjau dari persentase keterlibatan anggota Dewan, yang paling mendominasi kasus korupsi adalah mereka yang pendiam. Sementara yang rajin berkoar-koar malah tergolong bersih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun