Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Editor - Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

5 Kosakata yang Wajib Anda Ketahui Bila Berkunjung ke Medan

8 Juni 2019   11:57 Diperbarui: 8 Juni 2019   12:07 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kantor BRI Pasar Impres (Dokpri)

Ini sesuai pengalaman pribadi selama dalam dua minggu ini masih berada di kota Medan, ibukota Sumut. Banyak hal yang saya temui, khususnya terkait bagaimana interaksi sosial di kota berjuluk, "Ini Medan, Bung!"

Meski bersuku Batak yang berasal dari sebuah kabupaten di Sumut, saya sama sekali tak pernah tinggal lama di Medan, seperti kebanyakan perantau asal Tapanuli lainnya. Itu sebabnya kami dijuluki, BTL alias Batak Tembak Langsung di perantauan macam Jakarta. Belum tahu Medan tapi sudah langsung beranjak ke luar Sumut.

Walau begitu, bukan berarti BTL tak paham soal bagaimana "kerasnya" masyarakat Medan, karena kehidupan di luar Sumut juga tak kalah kerasnya. Namun yang mungkin luput dari pengalaman BTL adalah soal ragam bahasa dan pengucapannya saja.

Nah, berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi, inilah sejumlah hal yang perlu Anda ketahui bila sedang berkunjung ke Medan, khususnya terkait bahasa sehari-hari:

1. Impres bukan Inpres

Warga Medan terkenal dengan sikap blak-blakan. Mengatakan apa adanya tanpa bumbu basa-basi. Hal itu bahkan terbawa-bawa pada soal penulisan kata tertentu. Sebuah bank pelat merah saja ikut terpengaruh. BRI Kacab Pasar Inpres yang terletak di Simpang Kwala, Padang Bulan, menuliskan Inpres menjadi Impres.

Coba saja, mengucapkan Inpres memang lebih sulit ketimbang Impres. Inpres, ujung lidah harus menyentuh langit-langit mulut bagian depan. Sementara Impres, cukup mengatupkan kedua bibir saja, urusan selesai. Itu salah satu bukti kalau orang Medan lebih suka bekerja cepat.

2. Pasar dan Pajak

Pasar di kota lain seperti Jakarta adalah tempat berkumpulnya pedagang dan pembeli. Di Medan, pasar adalah jalan raya yang beraspal. Jadi kalau Anda mau ke pasar, itu berarti Anda akan menuju jalan raya. "Kau mau bunuh diri, udah bosan hidup kau rupanya?" Itulah jawaban yang pasti Anda terima.

Pajak adalah kata ganti dari pasar. Maka bila hendak ke pasar, ucapan yang sering digunakan adalah "Ayo ke Pajak Impres." Sekali lagi, Impres bukan Inpres. Walaupun dalam kasus bank pelat merah tadi, tetap ditulis Pasar Impres bukan Pajak Impres. Mungkin, mereka ingin mengikuti sistem administrasi umum saja meski tetap "lolos" soal Inpres.

3. Gayung dan Gowes

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun