Mohon tunggu...
Ishak Pardosi
Ishak Pardosi Mohon Tunggu... Spesialis nulis biografi, buku, rilis pers, dan media monitoring

Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Politik

Baca Dulu Baru Komentar, Entengnya Luhut Tepis Serangan Prabowo

23 November 2018   11:58 Diperbarui: 23 November 2018   12:25 0 6 1 Mohon Tunggu...
Baca Dulu Baru Komentar, Entengnya Luhut Tepis Serangan Prabowo
Foto: Kompas.com

Capres Prabowo Subianto berupaya membangun serangan bertubi-tubi terhadap capres Jokowi. Sebuah manuver politik yang sangat biasa dan lazim dalam upaya merebut kekuasaan. Sebagai penantang, Prabowo memang memiliki keleluasaan untuk mengkritik seluruh kebijakan sang calon petahana.

Akan tetapi, serangan Prabowo tersebut bisa dikatakan belum sekalipun menohok ke jantung lawan. Bahkan dengan entengnya dipatahkan sang juara bertahan.

Kali ini, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan yang juga dikenal sebagai orang dekat Jokowi kembali angkat suara. Sebagai sesama pensiunan jenderal, kritikan Prabowo terhadap Jokowi malah tidak terlalu dipusingkan Luhut. Hal ini bisa dilihat dari komentar Luhut yang dengan entengnya meminta Prabowo untuk membaca lebih dahulu sebelum berkomentar.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (22/11/2018), Luhut menjamin kebijakan pemerintah yang mengeluarkan sejumlah sektor usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI) bukan berarti mengundang asing untuk masuk. Sebaliknya, kebijakan itu justru memproteksi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Namun yang paling menohok dari pernyataan Luhut adalah ketika ia meminta Prabowo untuk membaca dengan baik-baik dulu baru berkomentar. Jika Prabowo sudah membacanya dengan baik, Luhut tidak masalah kalaupun dikritik.

Seperti diketahui, Prabowo sebelumnya menyebut kebijakan ekonomi XVI yang baru diluncurkan pemerintah justru akan memanjakan pihak asing di Indonesia. Dalam kebijakan ekonomi itu, Prabowo menuding pemerintahan Jokowi gagal melindungi perusahaan lokal dan justru menggelar karpet merah bagi perusahaan asing untuk masuk ke Indonesia.

Terlepas dari kontroversi kebijakan itu, yang menarik justru bagaimana Luhut menanggapi kritikan Prabowo. Dengan hanya menyebut agar Prabowo terlebih dahulu membaca kebijakan itu dengan baik-baik, Luhut sebetulnya telah menunjukkan sikap yang lebih dominan ketimbang Prabowo.

Tidak perlu menjelaskan ulang tentang kebijakan ekonomi tersebut disertai dengan argumentasinya, tetapi hanya cukup meminta Prabowo untuk membacanya dengan baik.

Begitulah Luhut yang dengan entengnya mematikan langkah Prabowo.

VIDEO PILIHAN