Ishak Pardosi
Ishak Pardosi profesional

Mantan Penjahit--@Spesialis nulis biografi, rilis pers, buku, dan media monitoring (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Jokowi Adopsi Gaya Prabowo, Trik Cerdas Dinginkan Tensi Pilpres

9 November 2018   22:41 Diperbarui: 9 November 2018   23:09 496 4 3
Jokowi Adopsi Gaya Prabowo, Trik Cerdas Dinginkan Tensi Pilpres
Foto: Kompas.com

Tim komunikasi capres Jokowi rupanya cepat belajar dalam menyesuaikan materi kampanye. Jika selama ini gaya kampanye Jokowi relatif formal dengan disertai data lengkap, kali ini gayanya diubah dengan lebih menonjolkan isu yang cenderung 'nyeleneh'. Tanpa menggunakan data dan hanya mengandalkan asumsi belaka.

Hal ini terlihat dari penampilan Jokowi yang tidak lagi hanya menjual pencapaiannya selama 4 tahun memimpin. Namun justru menonjolkan isu yang sebetulnya tidak terlalu penting. Lihat saja, usai mengucapkan politisi 'sontoloyo', Jokowi kemudian melontarkan politik 'genderuwo'. Sudah jelas kedua isu tersebut sama sekali tidak mempunyai substansi positif, kecuali hanya mengundang perdebatan tak perlu.

Bila mengacu model kampanye yang sebenarnya, melontarkan isu tersebut sama sekali tidak membangun bangsa. Tetapi malah membuat terjebak dalam polemik yang tidak akan ada ujungnya. Tetapi lagi-lagi, justru di situlah letak kelihaian tim komunikasi Jokowi terlihat.

Jika dicermati, isu tak penting yang dilontarkan Jokowi justru sengaja dilakukan guna memancing reaksi dari kubu Prabowo. Seperti sudah diduga, umpan itu langsung dilahap habis tim Prabowo.

Lantas, apa untungnya bagi Jokowi? Sederhana saja, Jokowi kini berbalik memimpin isu. Jika sebelumnya tim lawan khususnya Sandiaga Uno yang kerap mencuri perhatian dengan aksi nyelenehnya seperti memperagakan 'jurus bangau' 'tempe setipis ATM' maupun 'menjunjung petai' kini giliran Jokowi yang menjadi buah bibir.

Dengan menjadi pemimpin isu, tugas tim Jokowi akan jauh lebih mudah menghadapi tim Prabowo. Sebaliknya, tim Prabowo tidak lagi mempunyai kesempatan untuk menyerang Jokowi dengan isu-isu yang sebenarnya juga kurang substansial semisal 'tampang Boyolali' yang fenomenal itu.

Di situlah letak kecerdasan tim Jokowi yang dengan cepat belajar untuk membalikkan keadaan. Kali ini, tim Prabowo akan dibuat sibuk untuk menyerang isu yang memang sengaja diciptakan tim Jokowi. Uniknya lagi, serangan itu justru tidak menyasar substansi yang sebenarnya. Tetapi malah bermain-main dengan isu nyeleneh yang hanya akan mengundang gelak tawa dari masyarakat.

Sehingga jangan heran bila politik nasional hingga April 2019 nanti akan diisi dengan 'dagelan' politik murahan. Namun meski murahan, trik semacam itu mempunyai dampak yang sangat dahsyat guna mendinginkan suasana Pilpres.

Ketimbang harus terjebak dengan angka-angka pencapaian selama 4 tahun memimpin, tim Jokowi rupanya mempunyai ide cukup spektakuler. Yakni dengan mengadopsi gaya komunikasi tim Prabowo.

Begitu kira-kira.