Ishak Pardosi
Ishak Pardosi profesional

Mantan Penjahit (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Karena Jack Ma Bukan Manusia Biasa

3 September 2018   01:20 Diperbarui: 3 September 2018   12:26 2548 16 12
Karena Jack Ma Bukan Manusia Biasa
Jokowi dan Jack Ma di Istana Bogor (Tribunnews)

Jack Ma bukan manusia biasa. Media massa menjuluki pria asal Tiongkok itu "manusia Rp 570 triliun". Hartanya berlimpah. Usahanya menggurita, termasuk di Indonesia. Ia makin istimewa karena latar belakangnya yang berbeda. Seorang mantan guru bahasa Inggris yang hidupnya pas-pasan, tetapi menjelma menjadi manusia super kaya. Tajir melintir.

Menjelang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang berlangsung sukses, Jack Ma menyambangi Jakarta. Ia disambut luar biasa, hingga dijamu bersantap siang oleh Presiden Jokowi di Istana Bogor, Sabtu (1/9). Ini ceritanya penguasa menjamu pengusaha. Lain dari biasanya ketika pengusaha berupaya menjamu penguasa. Tapi Jack Ma berbeda, justru Jokowi yang menjamunya. Para menteri Jokowi juga dibuat sibuk, mendengarkan dengan cermat apa saja yang terlontar dari Jack Ma.

Lawatan Jack Ma ke Jakarta diketahui punya dua agenda. Pertama, menyaksikan penutupan Asian Games 2018 sekaligus sebagai ajang persiapan Asian Games 2022.

Asian Games berikutnya, yakni tahun 2022, akan diselenggarakan di kota Hangzhou, Cina. Nah, kota tersebut merupakan lokasi kantor pusat Alibaba, perusahaan milik Jack Ma. Sehingga kedatangan Jack Ma pada penutupan Asian Games di GBK Jakarta, boleh dibilang sebagai studi banding tentang bagaimana mengemas acara yang fenomenal.

Agenda kedua, dan ini yang paling penting, adalah menjajaki investasi yang lebih besar lagi di Indonesia. Itu sebabnya Jokowi sampai harus menjamu Jack Ma, membujuknya agar ilmu serta dana segar Alibaba mengalir ke Tanah Air. Bujukan itu berupa pendirian Jack Ma Institute di Indonesia, sebuah lembaga yang nantinya melahirkan para pengusaha sukses di bidang e-commerce. Atau bahasa sederhananya, pengusaha online.

Presiden Jokowi sadar betul bahwa kehadiran pasar online di Tanah Air merupakan salah satu kunci utama penopang ekonomi. Tak lain karena kian akrabnya teknologi informasi di tengah masyarakat. Dari kota hingga ke desa. Apalagi, Jack Ma dalam beberapa tahun terakhir sudah mulai mengembangkan sayap bisnisnya ke Indonesia lewat sahamnya di pasar online Tokopedia dan Lazada.

Di Tokopedia, saham Jack Ma masih minoritas tetapi menjadi pemilik saham mayoritas di Lazada.

Geliat ekonomi digital itulah yang tak ingin dilepaskan Presiden Jokowi, yang kebetulan Jack Ma adalah salah seorang pesohor di dunia itu. Alibaba Group kini sudah setara dengan Amazon, toko online bertaraf dunia asal Amerika. Juga dengan Facebook maupun Google dengan nilai kapitaliasi pasar sebesar Rp 6.655 triliun. Jumlah tersebut hampir setara dengan total APBN Indonesia selama 3 tahun.

Bayangkan bila Jack Ma kian rajin mengguyur investasinya ke Indonesia. Sudah tentu pasar digital akan semakin terpacu. Lapangan pekerjaan berbasis online semakin terbuka luas, tidak melulu hanya perdagangan barang. Tetapi juga akan merambah ke sektor jasa, mengikuti pasar angkutan online yang telah mewabah belakangan ini.

Upaya Jack Ma melebarkan sayap sektor bisnis yang tak hanya menyasar barang dan jasa sebetulnya telah terlihat dengan pendirian UCWeb dan anak-anaknya seperti UCNews dan UCBrowser, yang bermain di industri media digital. Maka tak menutup kemungkinan Jack Ma akan terus mengembangkan usahanya di Indonesia dengan berbagai varian bisnis yang seluruhnya berbasis teknologi internet.

Kalau begitu, mari bersiap menyambut inovasi yang bakal dihadirkan Jack Ma di Indonesia. Berbagai peluang usaha yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, kemungkinan akan hadir tak lama lagi. Sebab, Jack Ma bukan manusia biasa.