Ishak Pardosi
Ishak Pardosi profesional

The Mercy's Still Alive (Mobile: 0813 8637 6699)

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Merasakan Kegembiraan TK Permata Hati di Pondok Zidane

9 Juli 2018   21:01 Diperbarui: 10 Juli 2018   12:34 601 1 1
Merasakan Kegembiraan TK Permata Hati di Pondok Zidane
Penampilan Siswa TK Permata Hati/dokpri

Sabtu, 7 Juli 2018, merambat pagi, sengatan matahari mulai terasa di sebuah lapangan cukup luas di Markas Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat. Di lapangan yang dikelilingi pepohonan rindang itu sudah tersedia dua buah bis pariwisata berukuran besar dan sedang. Satu per satu siswa-siswi didampingi wali murid masing-masing, mulai mengisi kursi empuk bis berwarna biru muda itu.

Mereka tampak bergembira pagi itu. Ingin menuntaskan agenda terakhir masa bersekolah di TK Permata Hati, Cilodong. Bis pariwisata itu memang sengaja menunggu di lapangan Kostrad karena lokasinya memang bertetangga dengan TK Permata Hati. Toh, Kostrad Cilodong setiap akhir pekan selalu disesaki warga yang ingin berolahraga. Suasananya sangat mendukung, prajurit TNI dan warga saling berbaur.

Personel lengkap, meluncurlah bis pariwisata itu menuju pinggiran Depok, tepatnya ke arah Sawangan.

Tidak terlalu macet pagi itu, sehingga waktu tempuh Cilodong-Sawangan hanya sekira satu jam lebih sedikit. Rute bis tergolong mudah diingat karena melintasi jalan besar yang sudah cukup familiar bagi warga Depok sekitarnya. Rasa penasaran anak-anak termasuk sebagian wali murid mulai terjawab ketika bis memasuki area parkir. Rombongan tiba dengan selamat di sebuah arena permainan edukatif bernuansa alam bernama Pondok Zidane.

Ya, namanya Pondok Zidane, sama persis dengan nama kapten legendaris timnas sepakbola Prancis yang pernah menjadi buah bibir itu. Tidak tahu persis kenapa nama itu dipilih, namun yang jelas di Pondok Zidane, terdapat juga sebuah lapangan mini sepakbola. Barangkali, sang pemilik, bisa jadi nge-fans juga dengan Zidane sehingga menamai pondoknya persis dengan nama sang idola. Entahlah.

Turun dari bis, anak-anak TK Permata Hati langsung disuguhi pemandangan yang mengasyikkan mata. Ada kolam ikan, ayunan, jembatan rintang, flying fox, perahu mini, dan tak lupa kolam renang. Tetapi sebelum agenda bersenang-senang dimulai, Kepala Sekolah dan Guru TK Permata Hati lebih dulu mengajak seluruh anak-anak bersama wali murid untuk mengikuti serangkaian acara pembuka.

Antara lain, penampilan pidato anak-anak TK, persembahan puisi, maupun mempersembahkan lagu secara berkelompok. Juga diisi dengan pengumuman siswa-siswi yang sukses mendapat predikat juara. Lalu, hal yang mustahil dilupakan adalah foto bersama alias berselfie-selfie ria. Oh ya satu lagi, acara berpelukan antara siswa dan guru-gurunya. Air mata siswa dan guru sama-sama tumpah, juga sebagian orang tua. Haru, pokoknya.

Selepas itu, dimulailah acara bersenang-senang itu:

Jembatan Rintang

Mencoba Jembatan Rintang/dokpri
Mencoba Jembatan Rintang/dokpri
Saya kurang tahu betul nama permainan ini, sehingga saya memutuskan untuk menamainya sebagai permainan "jembatan rintang". Permainan ini membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi penuh agar tidak terjatuh ke bawah jembatan berisi air. Tentu, kedalaman air itu diatur dalam keadaan aman bagi anak-anak. Kalaupun terjatuh, hanya kecipratan air dan sedikit lumpur. Justru semakin seru.

Menangkap Ikan

Menangkap ikan/dokpri
Menangkap ikan/dokpri
Menangkap ikan di empang mini tentu cukup asing bagi anak-anak yang tumbuh di perkotaan, dan itulah yang ingin diperkenalkan TK Permata Hati kepada siswa-siswinya. Ternyata ada keseruan saat acara menangkap ikan itu. Apalagi kolam ikannya sengaja dipenuhi cukup banyak air sehingga menangkap ikan menjadi tidak mudah. Tetapi justru di situlah letak keseruannya.

Memanjat Tali

Memanjat tali/dokpri
Memanjat tali/dokpri
Atraksi memanjat tali berbentuk jaring gawang sepakbola ini cukup mengasyikkan juga. Selain membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan, kekuatan otot juga mutlak dibutuhkan agar mampu memanjat sekaligus menuruni tali yang berwarna-warni itu.

Naik Rakit Paralon

Naik rakit paralon/dokpri
Naik rakit paralon/dokpri
Kegiatan selanjutnya adalah menaiki perahu kecil yang terbuat dari beberapa buah pipa paralon yang hingga berbentuk rakit. Anak-anak diminta menaiki rakit kecil lalu diajak menyeberangi kolam sejauh kira-kira 15 meter. Ada keseruan saat instruktur Pondok Zidane yang siaga mengawal "pelayaran" itu menggoyang-goyangkan rakitnya. Ke kiri dan ke kanan.

Flying Fox

Flying fox/dokpri
Flying fox/dokpri
Sekitar 15 menit para wali murid harus setia menunggu atraksi ini. Bukan apa-apa, dibutuhkan nyali untuk melakukan hal ini. Nah, anak-anak TK rupanya masih berupaya mengumpulkan nyalinya hingga penerjun pertama sukses melakukan aksinya. Sudah bisa ditebak, aksi penerjun pertama itu lantas diikuti beramai-ramai oleh seluruh siswa-siswi dengan penuh kegembiraan. Ada sensasi luar biasa di wajah mereka saat sukses "terbang" walau hanya beberapa detik saja. Apalagi, unsur "safety" harus diakui sangat diprioritaskan oleh instruktur Pondok Zidane.

Bertanam Hidroponik

Belajar hidroponik/dokpri
Belajar hidroponik/dokpri
Mengenalkan teknik pertanian ala hidroponik juga diajarkan di Pondok Zidane. Anak-anak TK tampak antusias saat diperkenalkan dengan tanaman seperti cabai dan tomat yang ternyata juga bisa tumbuh subur meski media tanamnya adalah mayoritas air dan hanya sedikit tanah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2