Mohon tunggu...
PANJI DWISATRIO
PANJI DWISATRIO Mohon Tunggu... Mahasiswa PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan

Panji Dwi Satrio merupakan mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 2019. Saat ini sedang menempuh studi S1 pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Ia mengikuti UKM sepak bola UAD.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Sebuah Karya Musik Tradisional "Trilogi (Tiga Cerita Lagu) Yang Mengisahkan Suasana Ramadan Sampai Lebaran"

23 April 2021   06:00 Diperbarui: 23 April 2021   06:14 318 22 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebuah Karya Musik Tradisional "Trilogi (Tiga Cerita Lagu) Yang Mengisahkan Suasana Ramadan Sampai Lebaran"
171281827-2786256468290176-5714542060957365197-n-60820337d541df555e407cc2.jpg

Sebuah karya yang ditulis oleh Panji Dwi Satrio ini mengisahkan tentang tiga cerita yang dituangkan kedalam bait-bait lagu bersamaan dengan datangnya bulan suci Ramadan. Adapun alat musik yang digunakan dalam karya tiga cerita lagu ini yaitu menggunakan alat musik tradisional khas Banyumas yaitu antara lain, angklung, gambang, dendem, bedug selo, bedug bas dan trifok. Bulan yang sangat dinantikan umat muslim ini membuat penulis sangat ber antusias untuk membuat karya yang memiliki makna tersendiri. Terdapat tiga cerita lagu yang dituangkan ke dalam tiga episode karya Trilogi "Rindu Ramadan"dengan judul lagu antara lain, Ramadan telah tiba, nikmatnya berpuasa dan suasana Lebaran

Lagu di episode pertama mengisahkan tentang empat bersaudara yang sangat bergembira merayakan datangnya bulan suci Ramadan dan mereka berkeinginan untuk melakukan kebaikan di satu bulan suci ini dengan mengajak anak-anak bandel untuk berbuat hal baik. Lirik yang dituangkan sangat mempunyai makna dan arti mendalam untuk umat muslim yaitu antara lain, menahan hawa nafsu, menahan lapar dan haus, tidak boleh berkata kasar apalagi berkelahi yang mengisyaratkan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan dari hal yang buruk. 

Berbeda dengan lagu di episode dua, lagu ini menceritakan empat bersaudara yang di episode satu kini sudah sukses dan mempunyai usaha masing-masing yaitu antara lain, bisnis knalpot, bisnis baju, bisnis peternakan hewan dan yang terakhir bisnis otomotif. Mereka sudah mempunyai pegawai di usahanya tetapi pegawai yang mereka pekerjakan selalu bermalas-malasan di bulan Ramadan ini dengan alasan karena puasa. Adapun lirik yang dituangkan dalam lagu episode dua ini sangat bermakna dan memiliki arti yaitu tentang jangan jadikan puasa untuk bermalas malasan sampai tiba adzan berkumandang, bekerja menjadi berkah semoga amal dan doa ijabah. 

Lagu ketiga yang ditulis oleh Panji Dwi Satrio yang berjudul suasana Lebaran merupakan lagu terakhir yang mengisahkan tentang suasana hari raya dengan penuh kebahagiaan. Lagu ini merupakan episode terakhir yang menggambarkan cerita lanjutan dari lagu episode pertama dan kedua. Lagu ini menggambarkan empat bersaudara, anak-anak bandel di episode pertama dan pegawai knalpot, baju, peternakan hewan dan otomotif di episode kedua yang merasakan bahagia dan gembira karena sudah memasuki suasana Lebaran, tetapi ada rasa sedih karena sudah di penghujung bulan suci Ramadan. 

Dari tiga lagu ini sudah jelas mengambarkan tiga cerita yang saling berhubungan. Oleh karena itu penulis lagu sengaja membuat karya Trilogi karena cerita tersebut banyak memiliki makna dan arti untuk umat muslim apalagi anak-anak muda yang selalu mengabaikan puasa di bulan Ramadan. Mari berbuat kebaikan sebanyak mungkin di bulan penuh berkah ini, semoga di tahun depan kita dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan ini. Jangan sia-siakan momen-momen kebaikan karena kita tidak tahu apakah tahun depan kita bisa bejumpa lagi dengan bulan Ramadan atau tidak.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x