Mohon tunggu...
Pangeran Perang
Pangeran Perang Mohon Tunggu... Penulis - Akulah si penggembala pena menggoda dalam jiwa sayatan sang penulis syair di/ aksaranya

Pangeran perang, nama pena penulis kelahiran Indramayu, kini kembali menekuni hobi menulis nya. Banyak puisi yang ditulis tapi karyanya tidak pernah di publikasikan dengan alasan tidak perlu karyanya harus dikenal karena menulis puisi adalah hobi dan puisi tersebut hanya untuk dirinya sendiri dalam kisah perjalanan hidup yang dia rangkum menjadi sebuah syair dan puisi, namun karena banyaknya dorongan dari sahabatnya akhirnya dia mencoba untuk publikasikan karyanya dengan mengikuti event- event lomba tulis puisi. Penulis juga bisa di hubungi melalui akun media sosialnya yaitu Ig @pan6eranperan9, atau alamat email pan6eranperan9@gmail.com Fanspage : 𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖊𝖒𝖇𝖆𝖑𝖆 𝕻𝖊𝖓𝖆

Selanjutnya

Tutup

Puisi

PUISI | HIDUP TAPI MATI

28 Januari 2022   23:00 Diperbarui: 29 Januari 2022   22:48 112 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar : facebook.com

" HIDUP TAPI MATI "

Oleh : Pangeran Perang

Terjerumus dilembah kegelapan
Terikat oleh system jerat sang iblis
Langkahnya kian merabah
Seakan tak terlihat sedikitpun cahaya

Dunia seakan membisu
Tak adalagi sapa pada manusia
Semua Doa-doa dipanjatkan
Seolah teknologi adalah tuhan
Sungguh pedih inikah dunia akhir jaman
Berhala menjadi persembahan

Tak bisa dilepas bak seorang kekasih
Jiwa-jiwa bagai jombi hidup tapi mati
Berdekatan tapi tak pernah perduli
Jabat tangan seakan telah hilang
Diganti dengan sebuah emoji

Gerak perputaran hebatnya bumi
Sudah terganti dengan gerakan jari
Menyelam tanpa mengontrol diri
Engkau belum mati, sudah berTingkah
Seperti mayat berjalan di siang hari

Perhatikan duniamu jangan hanya
Kenikmatan sesaat yang kau cari
Ketahuilah teknologi bisa sebagai
Racunya kehidupan dalam diri

Karya yang sudah saya buat sudah berlisensi jadi bilamana ada seseorang yang duplicate atau mengganti nama penulisnya tolong beritahu kami dengan menghubungi IG atau email yang tersedia di biodata kami terimakasih

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan