Mohon tunggu...
Indra GP
Indra GP Mohon Tunggu... Mahasiswa Pendidikan Seni

Mencoba belajar seni dan kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sang Mantan dalam Pelukan

6 Mei 2021   07:40 Diperbarui: 6 Mei 2021   07:40 31 2 0 Mohon Tunggu...

Sebenarnya apa yang kupikirkan ketika dulu aku memandang wajahmu, membelai rambutmu, memeluk ragamu
Seberkas cahaya bahagia ketika melihat wajah kusammu di malam hari, seusai kau mengajar anak-anak di sd kota itu
Padahal hatiku kesal tatkala dirimu liar tak terkendali, bertingkah seakan dunia ini milikmu
Kau tak ingat kah? Bahwa ada aku yang memendam rindu setiap kau berjumpa dengan kawan-kawanmu itu

Hari demi hari kita rasakan paksakan
Mencoba menelusuri harmoni demi harmoni
Ataukah aku yang terlalu naif dan bodoh sehingga kau tampak buruk ketika itu
Saat kau berkata bebas, lepas, sedang aku merasa berseteru mengimbangimu
Maafkan aku wahai mantan kasihku, bahwa aku tidak mengerti dunia cintamu, sehingga malah aku yang terjerembab dan menjerembabkanmu dalam jurang fantasi
Mungkin kau masih marah padaku hingga hari ini

Aku tau aku rindu berdua, mengayuh lika-liku kebuntuan, tanpa arahan jelas kiri-kanan
Atau mungkin aku, kamu terlalu sembrono
Mengumbar nafsu dan sayang, seperti menabur benih jagung di ladang orang
Barangkali kita musti bercermin, dan meratapi diri, mengasihi nurani lewat puisi-puisi kehidupan
Atau jika kau masih berharap rindu padaku, karena jujur aku masih memimpikan wajahmu, maka cukup senja di sore itu sebagai saksi candradimuka saat kelak kita bertemu di surga

15 April 2021

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x