gendis pambanyun
gendis pambanyun Wiraswasta

Perempuan yang sedang belajar segala hal dan menulis apa saja yang ingin ditulisnya

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Perih Bersama Luka

14 Agustus 2017   08:38 Diperbarui: 14 Agustus 2017   08:47 33 0 0

Masih di antara luka yang tak mampu mengering

terkelupas, bernanah dan penuh belatung

Mengerikan jika melihat dari pandangan nyata

Terpaku dalam diam, bisu tak mampu mengucap kata


Detikan hari, waktu telah berlalu

Meraba rasa, luka masih menganga

Mungkinkah ini karma??

Yang sedang mengerogoti tubuh ini


Nanah itu masih meleleh basah

Tak ada kesanggupan menghentikan

Meletup-letup bak bara menjulang

Panas

Perih

Dan, menyesakkan hati


Pada titian hati, meraih mimpi yang pernah terjalin

Ucapmu

"Jangan datang dulu, jangan bertemu dulu, aku belum mampu mengkondisikan hatiku, ada sisa-sisa kemarahanku yang belum terhapus. Tunggulah, saat segalanya membaik, aku akan usahakan sesegera mungkin. Agar senyummu kembali merekah."


Terpaku dalam luka, ada harap yang tumbuh dalam rasa ini

Namun, sanggupkah waktu berjalan bersama luka yang bernanah ini??

Lembaran kisah lampau, tergambar jelas dipelupuk mata

Teteskan beningnya, hingga jatuh basahi bumi

Langit sertakan mendung awanpun gelisah

Sujudku " bantu aku keringkan luka ini."


Wonosobo

14072017