Pakde Kartono
Pakde Kartono wiraswasta

Sayang istri, sayang anak, makanya disayang Allah\r\n

Selanjutnya

Tutup

Muda highlight

Kisah Cinta dengan Tante Girang (Pengakuan Seorang Gigolo)

19 Maret 2015   21:58 Diperbarui: 17 Juni 2015   09:24 35295 0 0
Kisah Cinta dengan Tante Girang (Pengakuan Seorang Gigolo)
14267769561451336422

"Gigolo juga manusia"

Kalimat tersebut dikatakan oleh seorang pria pemuas nafsu syahwat wanita-wanita kesepian di ibukota, biasa disebut gigolo, yang saya temui kemarin sore di Plaza Senayan Jakarta untuk keperluan interogasi, karena sahabatku melapor kepadaku bahwa istrinya punya hubungan khusus dengan pria muda macho bertubuh tegap. Sahabatku Ahmad meminta kepadaku untuk memberi pelajaran ke Tomi, nama gigolo tersebut. Pesan Ahmad jelas "Tolong bina dia Ton, kalo gak bisa dibina, ya dibinasakan saja."

Saat sudah duduk di restoran di food court lantai 3, Saya katakan ke gigolo itu (Tomi) "Bung, jauhi tante Mira, ia istri sahabatku. Sahabatku sangat mencintai istrinya, istrinya juga sangat mencintai sahabatku. Tapi, sejak punya hubungan khusus dengan kamu, hubungan mereka jadi dingin, hati tante Mira membeku. Ia tak perhatian lagi ke suami dan anak-anaknya, Ia sibuk seharian dengan HP-nya, setelah dicek HP-nya saat istrinya mandi, diketahui bahwa istrinya telp, chat dan video call dengan kamu. Istrinya jadi sering keluar rumah, ada informan yang bilang kalian sering check in di hotel transit di daerah Lebak Bulus. Saya cari tahu tentang kamu, ternyata kamu gigolo ternama ibukota. Sudah banyak korban-korbanmu. Cari korban lain aja, jangan istri sahabatku."

Mendengar perkataanku yang kusampaikan dengan nada suara pelan tapi penuh kharisma, Tomi sepertinya memahami. Ia mengatakan "Saya paham yang abang mau, Saya beberapa kali ingin menyudahi hubungan dengan tante Mira, tapi setiap kali aku menjauh, Tante Mira malah mencariku, Ia memohon-mohon agar aku jangan meninggalkannya. Tante Mira bilang akulah segalanya. Aku tahu bahwa tidak baik aku punya hubungan lama dengan seorang tante, karena itu akan membuat tante yang lain marah dan merasa tidak diperhatikan. Terus terang, Tante Mira adalah sosok terbaik tante yang pernah kumiliki, ia memberikan semua yang kuinginkan sebelum aku mengatakannya. Ia memberiku uang lebih dari tante manapun. Ia membelikan mobil favoritku, wrangler Rubicon. Ia merawatku di saat aku sakit. Dan yang terpenting, ia mampu memberikanku kepuasan lahir batin, tidak seperti tante lain yang hanya mencari kepuasan dariku, tanpa memberikan kepuasan balik kepadaku. Saat ini aku nyaman dengan tante mira, kalo aku harus meninggalkannya, beri tawaran kepadaku sehingga aku menuruti permintaan abang."

[caption id="attachment_404082" align="alignnone" width="624" caption="Foto dari girlstylefriend.com"][/caption]

Dalam hati aku kesal juga dengan pembelaan Tomi, sudah diomong baik-baik malah ndableg, minta penawaran khusus pula. Lalu saya mengatakan ke Tomi "Aku memberikanmu penawaran spesial, jika kamu meninggalkan tante Mira, Aku jadikan kamu muridku. Jika kamu tetap berhubungan dengan tante mira, dan akhirnya rumah tangga sahabatku dan tante mira berakhir cerai, maka kontrakmu hidup didunia berakhir." Saya mengatakan hal tersebut tetap dengan nada suara pelan, sambil meremas tangan Tomi erat, dan tatapan mataku tajam setajam mata elang, seperti ingin menerkam Tomi bulat-bulat.

Tomi menjawab "Baik bang, jadikan aku muridmu. Aku dengar banyak yang sudah sukses hidupnya sejak menjadi murid abang."

Saya tersenyum simpul mendengar pilihan Tomi atas tawaran saya. Lalu saya berkata ke Tomi "Good job Tom, kamu pintar. Masih bisa diomongin baik-baik."

Tomi dengan wajah ketakutan berkata ke Saya "Iya bang, Saya sudah dengar nama besar abang di kalangan preman Ibukota. Saya gak mau mati konyol bang. Gigolo juga manusia, punya rasa takut dan hati yang penakut. Maafkan saya bang, telah main-main dengan istri sahabat abang."

Gak lama saya SMS sahabat Ahmad "Bro, well done. Tomi berjanji tinggalkan istrimu, dan dia gak akan angkat telpon, balas chat istrimu lagi."

Gak lama Ahmad membalas SMS saya "Thanks Ton, you're really my brother. Ternyata kamu gertak aja takut gigolo itu, saya sudah gak sabar untuk nembak kepala tuh anak. Darah dia halal untukku Ton. Pria bodoh, istri orang diembat juga, kaya gak laku aja ama gadis-gadis atau janda-janda. Gak punya otak si Tomi ini, Logikanya gak dipake. Sesat pikir benar dia ini. Kalo gak kutembak paling gak kukepruk kepalanya, biar bener gak error gini. btw, besok bro ke rumah yah, ada check buat bro, isi sendiri aja jumlahnya. Thanks udah selamatkan pernikahan kami, istriku harta paling berharga di dunia, melebihi apapun di dunia. Aku gak ikhlas istriku digoda orang lain, apalagi sampai dipakai dan dibolak-balik, dan akhirnya dibawa pergi dari hidupku."

Selamat malam Indonesia