Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Bukan Soal Bagaimana Anda Mencintai, Namun Bagaimana agar Anda Dicintai

15 Mei 2022   06:32 Diperbarui: 15 Mei 2022   06:49 877 9 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagai muslim kita mengaku telah mencintai Allah. Buktinya adalah dengan bersedia menjalankan ibadah. Kita shalat lima waktu, kita berpuasa Ramadan, membayar zakat, pergi haji, dan berbagai macam ibadah lainnya.

Namun, apakah tindakan dan usaha kita itu telah membuat Allah mencintai kita? Sebab, bagaimanapun kita mengaku cinta kepada Allah, menjadi tidak bermakna apa-apa apabila ternyata Allah tidak mencintai kita.

Seorang ulama salaf, sebagaimana dikutip dalam kitab Syarh 'Aqidah Ath Thahawiyah menyatakan,

"Yang terpenting bukanlah engkau mencintai-Nya. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintaiNya".

Seperti apapun cara kita untuk mengaku bahwa kita mencintai Allah, yang lebih penting lagi adalah mendapatkan kecintaan dari Allah. Inilah hakikat seorang hamba beriman, bahwa dirinya dicintai oleh Allah.

Bagaimana agar bisa menjadi hamba yang dicintai Allah? Mari kita simak kembali firmanNya, yang menyatakan siapa saja hamba yang dicintaiNya.

Pertama, al-muttaqun yaitu orang-orang bertakwa

Agar dicintai Allah, kita harus menjadi bagian dari orang yang bertakwa kepadaNya. Karena Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, sebagaimana firmanNya,

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa" (QS. Ali Imran: 76).

Pernyataan serupa disebutkan pula dalam surat At-Taubah ayat 4 dan 7. Sudahkah Anda bertakwa kepadaNya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan