Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Inilah 10 Pertanyaan Ibu untuk Calon Menantu Perempuannya

13 September 2021   20:49 Diperbarui: 13 September 2021   21:16 3991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://quotesgram.com/

Daftar Pertanyaan Basic

Berikut beberapa daftar pertanyaan basic yang selayaknya ditanyakan oleh ibu kepada calon menantu perempuannya.

  • Apakah kamu siap berkolaborasi dengan suamimu kelak untuk selalu menaati Allah dan RasulNya?

Allah swt berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu" (QS. An-Nisa' : 59).

  • Apakah kamu siap menaati suamimu kelak --selama tidak dalam kemaksiatan?

Nabi saw bersabda, "Jika seorang perempuan selalu menjaga shalat lima waktu, berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, "Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka" (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Nabi saw bersabda, "Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma'ruf (kebaikan)" (HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840). Nabi saw bersabda, "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah" (HR. Ahmad).

  • Apakah kamu bersedia mendampingi suamimu kelak dalam suka dan duka?

Ketika Nabi menerima wahyu pertama kali, beliau merasa ketakutan. Khadijah menyelimuti beliau hingga hilang rasa takutnya. Khadijah berkata, "Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya, karena kamu adalah orang yang suka menyambung hubungan silaturahim, membantu orang lain, memberi orang yang tidak punya, memuliakan tamu, membantu orang-orang yang tertimpa musibah."

  • Apakah kamu siap memenuhi arahan Nabi untuk menjadi istri salihah?

Nabi saw bersabda, "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya" (HR. Abu Dawud no. 1417).

  • Apakah kamu siap berkolaborasi dengan suamimu kelak dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak?

Imam Hasan Al-Bashri menyatakan, "Semoga Allah merahmati seseorang yang bekerja untuk mencari harta yang halal, kemudian ia membelanjakan hartanya secukupnya dan menyisihkan kelebihannya untuk hari miskinnya dan saat membutuhkannya" (Atsar riwayat Ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar).

  • Apakah kamu siap melaksanakan mu'asyarah bil ma'ruf terhadap suamimu kelak dalam kehidupan sehari-hari?

Allah swt berfirman, "Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (An Nisa': 19).

  • Apakah kamu bersedia untuk menjadi bagian dari keluarga besar suamimu kelak, dan turut berbakti kepada kedua orangtua suamimu?

Allah swt berfirman, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. 

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik" (QS. Al-Isra`: 23).

  • Apakah kamu siap mengasuh dan mendidik anak-anakmu kelak menjadi salih dan salihah?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun