Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Perlu Soft Skill Apa Saja untuk Menjadi Mertua?

21 Juli 2021   08:29 Diperbarui: 21 Juli 2021   15:03 921
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi hubungan mertua dan menantu| Sumber: Shutterstock via Kompas.com

Bu Tejo sedang di rumah menantunya, Edi. Karena masih masa PPKM, keluarga Edi memutuskan untuk shalat Idul Adha di rumah saja. Bu Tejo pun mengikuti keinginan Edi.

Rencana Edi akan bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Jamaahnya terdiri dari Siti --istri Edi, dua anak kecil mereka, dan sang mertua.

Pagi-pagi habis Subuh Bu Tejo segera bersiap untuk shalat Idul Adha. Ruang tamu rumah Edi sudah disiapkan untuk tempat shalat satu keluarga.

Bu Tejo duduk di barisan paling depan. Mengenakan mukena baru, ia segera menggelar sajadah. Ia ingin memberi contoh yang baik kepada anak, menantu, dan cucu-cucu.

Namun pagi itu Bu Tejo marah besar. Karena ternyata keluarga Edi tidak jadi melaksanakan shalat Idul Adha. Ditunggu sangat lama di ruang tamu, tak ada yang datang menemani. Ia hanya duduk sendiri.

https://depok.pikiran-rakyat.com/
https://depok.pikiran-rakyat.com/

Sambil marah dan ngomel Bu Tejo bertanya kepada Edi, mengapa tidak jadi melaksanakan shalat Idul Adha? Mengapa tidak jadi ada khutbah Idul Adha? Mengapa tidak ada yang menemaninya di ruang tamu dari tadi?

Setelah mendapat penjelasan, Bu Tejo malu sendiri. Ternyata Bu Tejo ketiduran pulas sejak duduk di ruang tamu. Shalat Idul Adha dan khutbah sudah selesai, dipimpin Edi. Bahkan "jamaah" sudah bubar semua, melaksanakan aktivitas masing-masing.

Makanya jadi mertua jangan suka marah-marah.... Bikin menantu bigung dan ketakutan.

Apa itu Soft skill dan Mengapa Diperlukan oleh Mertua?

Mengapa ada mertua yang sulit memuji menantunya? Mengapa ada mertua yang sulit meminta maaf kepada menantunya? Mengapa ada mertua yang sulit berkomunikasi dengan menantu? Mengapa ada mertua yang sulit mengendalikan amarah?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun