Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Peraih Pin Emas Pegiat Ketahanan Keluarga 2019" dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Konsultan Keluarga di Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Yang Fana adalah Waktu

19 Juli 2020   11:27 Diperbarui: 19 Juli 2020   11:29 504
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sapardi djoko damono | dokpri

Sangat ingin aku bertemu denganmu. Sastrawan Indonesia yang puisi-puisinya selalu mengganggu nyenyak tidurku. Sebab aku merasa tak bisa menciptakan karya sekualitas itu.

Pilihan kata yang indah, Mendayu-dayu. Membuat siapapun yang membaca, bisa menjadi romantis dadakan. Sungguh hebat dirimu.

Waktu itu pun tiba. Momentum peluncuran novel Yang Fana Adalah Waktu, tahun 2018 di Jakarta. Aku datang untuk bertemu denganmu.

Bahagia rasanya bertemu denganmu, Eyang. Aku duduk di kursi paling depan. Mendapat kehormatan dari penyair Buset ---Budhi Setyawan yang menjadi ketua panitia waktu itu.

Saat mendapat kesempatan bertanya, aku langsung angkat tangan tinggi-tinggi. Beruntung, moderator memberi kesempatan kepada aku.

"Aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu", demikian kalimat pertama yang aku ucapkan di forum itu. Meminjam bait puisi indahmu.

Aku menyaksikan responmu tersentak kaget mendengar kalimat itu. Spontan engkau berucap, "Nah, itu !".

Lalu aku bertanya, bagaimana ia bisa menjadi lelaki yang sangat romantis seperti itu? Jawabanmu mengejutkanku.

"Saya tidak romantis. Saya biasa saja. Pembaca yang membuat saya menjadi romantis", jawabmu waktu itu. Aku mengangguk-angguk, tak memahami jawaban itu.

Lalu aku bertanya, bagaimana proses kreatif yang bisa menciptakan karya-karya indah itu? Lagi-lagi, jawabanmu mengejutkanku.

"Karya saya biasa saja. Editor yang bekerja keras memperbagus karya saya. Jadi, kalau sampai tulisan saya jelek, editor yang salah," jawabmu berseloroh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun