Mohon tunggu...
Cahyadi Takariawan
Cahyadi Takariawan Mohon Tunggu... Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Penulis Buku Serial "Wonderful Family", Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konsultan di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC). Instagram @cahyadi_takariawan. Fanspage : https://www.facebook.com/cahyadi.takariawan/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama FEATURED

Kisah Istri yang Menjodohkan Suaminya dengan Janda

12 Agustus 2016   08:20 Diperbarui: 23 Agustus 2017   11:31 0 14 9 Mohon Tunggu...
Kisah Istri yang Menjodohkan Suaminya dengan Janda
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Tidak semua wanita keberatan dengan poligami. Dalam realitas sehari-hari, ada juga wanita yang merelakan suaminya menikah lagi dengan wanita lain. Justru karena ingin menjaga sang suami agar tidak terjatuh ke dalam tindakan dan perbuatan dosa. Ada pula wanita yang mengingnkan suaminya menikah lagi, karena ingin menolong wanita lainnya. Seperti kisah Novie, yang mencarikan istri untuk suaminya, Budi, berikut ini.

Budi dan Novie adalah pasangan suami istri yang tampak bahagia dan harmonis. Keluarga mereka hidup damai dengan tiga anak hasil pernikahan sepuluh tahun yang sudah mereka jalani bersama. Tidak ada yang istimewa dari keluarga ini, semua tampak biasa saja sebagaimana keluarga pada umumnya.

Saat Novie Ingin Suaminya Menikah Lagi

Suatu ketika, Novie mengajak Budi untuk berbincang serius.

“Maukah engkau menikah lagi?” tanya Novie.

“Hah? Ngapain kamu ngomong seperti itu.... “ jawab Budi heran.

“Aku serius dengan pertanyaanku. Maukah engkau menikah lag?” Novie mengulang pertanyaannya.

“Kok nanya begitu? Ga ada angin ga ada hujan. Aku ga mau bahas kayak gitu.....” jawab Budi.

“Aku tidak main-main Bang... Ada seorang janda yang aku sangat ingin engkau menikahinya....” ungkap Novie.

Ilustrasi (duaqunoot.com)
Ilustrasi (duaqunoot.com)
Rupanya ada peristiwa yang melatarbelakangi permintaan Novie tersebut.  Suatu ketika, Novie bertemu dengan seorang anak kecil yang tengah menangis. Ia menghampiri dan mengajaknya mengobrol. Dari peristiwa ini, Novie menjadi kenal dengan Cherry, si anak kecil mungil, dan ibunya yang sudah menjanda. Pertemanan mereka menjadi makin akrab, sering nelpon, berkunjung ke rumah, dan berkegiatan bersama. Novie senang bisa menemani Cherry yang ditinggal mati ayahnya lantaran sakit.

Ada kata-kata Cherry yang selalu mengganggu perasaan Novie. “Aku ingin punya ayah. Aku ingin diajak jalan-jalan sama ayah, seperti teman-temanku. Tiap hari Minggu teman-temanku diajak jalan-jalan oleh ayahnya....”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x