Mohon tunggu...
Anak Tansi
Anak Tansi Mohon Tunggu... Jurnalis - Seorang perantau yang datang ke ibu kotar karena niat ingin melihat dunia lebih luas dari Jakarta

Seorang perantau yang datang ke ibu kotar karena niat ingin melihat dunia lebih luas dari Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Ini Seni "Mengayun" Pemerintah Antara Pemulihan Ekonomi dan Pandemi Covid-19

9 Desember 2021   16:47 Diperbarui: 9 Desember 2021   17:00 35 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
sumber: ekon.go.id 

Sampai Triwulan-III tahun 2021 Indonesi berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi  sebesar 3,51% (year on year). Sumbangan terbesar datang dari  Pulau Jawa  dengan  kontribusi  sebesar 57,55%  atau setara dengan 3,78 persen nilai pertumbuhan ekonomi. Diikuti kemudian  oleh Sumatera sebesar 21,95%  atau sebesar 3,03 persen  nilai pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap, pada triwulan IV-2021, angka pertumbuhan bisa mencapai angka 4,5%-5,5% (year on year),dan secara keseluruhan untuk sepanjang tahun ini akan ditargetkan pada kisaran 3,7%-4% (yoy).

Data tersebut memperlihatkan kemampuan pemerintah "mengayun" diantara dua pendulum, antara kesehatan masyarakat yang harus dijaga, dengan gerak ekonomi yang perlu tetap berdenyut, demi kesinambungan gerak sosial yang minim gejolak. Keberhasilan Indonesia tersebut menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menunjukkan kemampuan luar biasa pemerintah dalam menangani tekanan menyusul dampak dari virus yang sama sekali tak terlihat namun memiliki pengaruh luar biasa. Sebuah pengalaman yang tak ada dimiliki sama sekali oleh seluruh negara di dunia.

Kemampuan menyeimbangkan pemulihan ekonomi nasional dan penanganan pandemi itu terjadi berkat adanya kebijakan fiskal yang tepat dan koordinasi antar lembaga yang padu dan konsisten. " "Kuncinya adalah kebijakan fiskal dan moneter yang pas, serta kombinasi kerja sama antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam burden sharing, dan yang ketiga adalah reformasi struktural yang dilakukan melalui UU Cipta Kerja,"kata Airlangga Hartarto saat berbicara secara daring dalam salah satu seminar tentang Outlook Ekonomi Indonesia 2021 di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Maka wajar jika kemudian apa yang dilakukan Indonesia tersebut mendapat apresiasi dari berbagai lembaga internasional, seperti Bank Dunia. Sukses menangani pandemi covid-19 dan PEN tersebut menjadikan Indonesia tercatat sebagai negara berkembang yang mampu secara mandiri mengaasi masalah yang terjadi. Ini menempatkan Indonesia punya kredibilitas tinggi saat diberi amanat memegang Presidensi G20, sehingga dengan data yang sudah terlihat, Indonesia punya kesempatan dipandang secara terhormat dan akan lebih didengar saat berbicara tentang penentuan arah peta ekonomi global di masa depan.

Indonesia mempunyai banyak model yang bisa dijadikan prototipe ke global. "Kita bisa menjaga dari sisi kesehatan dengan menjalankan PPKM dengan kekuatan Puskesmas, lalu proses vaksinasi dengan bantuan Posyandu dan TNI/Polri, dan keseluruhan integrasi sistem ini, negara lain tidak punya," ucap sosok yang akan maju pada Pilpres 2024 mendatang ini.

Tak sekedar memegang presidensi, Indonesia akan menjadi  wakil bagi negara berkembang pertama untuk event yang menghadirkan negara-negara berkekuatan ekonomi besar di dunia. Agar tak berjalan sendiri, Indonesia juga akan mengundang negara yang menjadi Ketua Uni Afrika yaitu Republik Demokratik Kongo, serta yang merepresentasikan pembangunan progresif di Afrika yaitu Rwanda. "Prinsipnya di G20 Indonesia adalah Recover Together, Recover Stronger, jadinya no one left behind," tutur Airlangga yang juga Ketua Umum Parta Golkar itu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ekonomi Selengkapnya
Lihat Ekonomi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan