Mohon tunggu...
Ozy V. Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Guru - Guru, Blogger

Seorang Guru. Ingin menebar kebaikan kepada seluruh alam. Singgah ke: Gurupenyemangat.com

Selanjutnya

Tutup

Kurma Artikel Utama

Melirik Tradisi "Begeghak", Sembelih Ayam Kampung, dan "Opoi Sambang" Khas Bengkulu

1 Mei 2021   22:31 Diperbarui: 2 Mei 2021   04:21 1904
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tradisi Opoi Sambang ala Suku Rejang, Bengkulu. Foto: Nasuri via Kompas.com

Tidak terasa puasa Ramadan yang kita jalani sudah mendekati dua per tiga babak bulan. Yang berarti bahwa, sekitar sepuluh hari lagi kita bakal meraih kemenangan yang bertajuk hari raya Idulfitri.

Namun, sebelum terlalu jauh pedekate dengan hari raya, kurang afdal rasanya jika kita tidak melirik beberapa tradisi unik masyarakat di sepanjang bulan Ramadan.

Masing-masing daerah tentu punya keunikan tersendiri, dan yang paling sering kita temui ialah kegiatan masyarakat membangunkan orang sahur menggunakan kentongan maupun media musik lainnya.

Begitu pula dengan masyarakat Bengkulu. Di sini, ada beberapa tradisi khas di bulan Ramadan yang nyaris tak pernah ketinggalan dalam setiap tahunnya. Apa saja? Oke, kita lirik sama-sama:

Pertama, Begeghak

Tradisi Begeghak. Foto dari Sepenggal Info
Tradisi Begeghak. Foto dari Sepenggal Info

Begeghak adalah tradisi membangunkan orang sahur yang dinukil dari bahasa Serawai.

O ya, bahasa Serawai sendiri terkonsentrasi di Bengkulu Selatan. Meski demikian, sekarang orang-orang Serawai sudah tersebar di beberapa kabupaten di provinsi Bengkulu, termasuklah di SD tempatku mengajar di kabupaten Kepahiang.

Sejak zaman dulu, kegiatan begeghak sudah dilaksanakan dan banyak ditemui di daerah Seluma. Hebatnya, tradisi ini sudah disetel sedemikian rupa sehingga tampak bersistem.

Ya, tradisi begeghak bakal digelar sejak pukul 02.00 dini hari demi membangunkan para Emak di setiap rumah seraya meminta mereka untuk segera menyiapkan makanan untuk sahur.

Memang, sih, terdengar terlalu dini hari untuk bangun. Tapi, ya. Kita tahu sendiri, kan? Masyarakat zaman dulu jarang yang sering begadang, apalagi lembur kerja seperti kebanyakan kita hari ini. Kalaupun tidak kerja, paling-paling lemburnya itu nonton drakor atau main game FF. Ehem.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun