Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pencinta Tilawah

Seorang pemuda sederhana yang sedang mengabdi sebagai guru SD di Kepahiang. Saat ini masih menetap di Kota Curup (Bengkulu). Asli Tun Jang (Suku Rejang). Selalu menanam harapan walau kemarau panjang. Singgah ke: www.ozyalandika.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Lelah

18 Oktober 2020   16:37 Diperbarui: 18 Oktober 2020   16:40 256 89 23 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Lelah
Lelah. Foto oleh Doukan ahin di Unsplash

Sakit kepalaku meraung rindu yang tak kunjung berbalas. Cinta tampak bias, sebias kopi hitam yang hanya tersisa ampas.

Aku lelah. Penat separuh langit kuseret menuju pinggir pantai yang sedang surut. Pantai ramai dengan pasir, tapi aku sepi karena kosong.

Aku lelah. Cobalah angin bersanding dengan pasir lalu meliuk-liukkan sempena. Angin saja tak akan sanggup. Apalagi aku. Hati kita berat sebelah.

Kukatakan, sebentang rindu dari ujung utara ke selatan bukanlah alasan. Tuhan itu dekat. Juga mendekatkan. Barangkali, hanya aku yang meyakini temaram.

Apa, kau juga begitu?

Kita sama. Aku lelah. Kau pun begitu. Berpeluh diri ini menjemput senyum bibirmu dari jauh, tapi bahagiamu fatamorgana. Aku lebih ingin berkhayal dengan senyumku sendiri.

Kebahagiaanku tak melelahkan. Apalagi untuk mengganti alamat rindu. Lelah itu saat aku menanti. Ketika aku menjemputmu, semua akan selesai.

Curup, 18 Oktober 2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x