Mohon tunggu...
Ozy V.  Alandika
Ozy V. Alandika Mohon Tunggu... Pengajar, Pembelajar, Pencinta Tilawah

Seorang pemuda sederhana yang sedang mengabdi sebagai guru SD di Kepahiang. Saat ini masih menetap di Kota Curup (Bengkulu). Asli Tun Jang (Suku Rejang). Selalu menanam harapan walau kemarau panjang. Singgah ke: www.ozyalandika.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Mengenang "Kejayaan" UN, Ketika Nilai Kognitif Mendatangkan Kebahagiaan Semu

15 Oktober 2020   22:04 Diperbarui: 16 Oktober 2020   14:44 1152 85 22 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenang "Kejayaan" UN, Ketika Nilai Kognitif Mendatangkan Kebahagiaan Semu
Ilustrasi ujian sekolah. Gambar oleh shutterstock via KOMPAS

Memangnya Ujian Nasional (UN) pernah jaya? Pernah, dong. Coba deh, ingat-ingat masa di mana kita sedang deg-degan menanti pengumuman kelulusan SD, SMP, hingga SMA. Ketika itu, guru terkadang berceramah dan bercerita seakan-akan salah satu dari kita tidak lulus.

Kamu ingat? Nah, kalo kamu ingat, mungkin kita seumuran. Eh, maksudku, kamu lebih tua dariku. Hihihi, selow, Bos!

Menilik sejarah, sejatinya Ujian Nasional itu sudah dilaksanakan berpuluh tahun lalu. Hanya saja, nama ujiannya yang berbeda. Kamu bisa perhatikan secarik gambar di bawah ini:

Perjalanan UN. Dok. Ozy V. Alandika
Perjalanan UN. Dok. Ozy V. Alandika

Sudah lihat, kan? Maka dari itu, tidak salah bila kemudian banyak orang menyebut bahwa penghapusan Ujian Nasional baru-baru ini hanyalah dalih untuk berganti "merek" evaluasi. Toh, tahun depan tiap-tiap satuan pendidikan akan menggelar Asesmen Nasional, kan?

Begitulah.

Melihat periode tahun-tahun perubahan "merek" evaluasi nasional, seakan-akan menyilakan kita untuk menebar prasangka bahwa setiap ganti Menteri, berganti pula Kurikulum maupun sistem Evaluasi Nasional. Padahal, secara mendetail, tak ada perbedaan yang mencolok.

Kembali mengulik tentang UN. Ujian Nasional pertama kali dikenalkan oleh Menteri Pendidikan M. Nuh sejak 2005. Sebelumnya, nama UN lebih dikenal dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) yang hanya berjalan dua tahun. dan sebelumnya lagi? UN masih dikenal dengan nama Ebtanas.

Namun, moonmaap, nih. Aku tidak akan mengulik lebih jauh tentang sistem evaluasi Nasional masa lalu. Apalagi sistem evaluasi yang sudah eksis jauh sebelum aku lahir. Susah! Nanti aku bleketekuek (Istilah Bu Weedy Koshino) menerangkannya. Maka dari itu, kita bahas UN saja, ya.

Mengenang "Kejayaan" Ujian Nasional (UN)

Ilustrasi ujian di sekolah.(KOMPAS.com/Albertus Adit)
Ilustrasi ujian di sekolah.(KOMPAS.com/Albertus Adit)

Mengapa kusebut kejayaan? Ada beberapa alasan krusial bagiku sehingga "rela" menulis bahwa sejatinya UN itu pernah jaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x