Mas Wahyu
Mas Wahyu Wiraswasta

Kesabaran itu ternyata tak boleh berbatas........! :-) Jokowi Lover yang lebih cinta Indonesia... :)

Selanjutnya

Tutup

Politik highlight headline

Karangan Bunga Jelang Lengsernya Ahok-Djarot, Tanda Warga DKI Zaman Now Lebih Sadar Politik?

12 Oktober 2017   17:19 Diperbarui: 14 Oktober 2017   02:50 6017 22 22
Karangan Bunga Jelang Lengsernya Ahok-Djarot, Tanda Warga DKI Zaman Now Lebih Sadar Politik?
Salah Satu Karangan Bunga dari Warga DKI (Galuh Kristicahyani/Dokumen Pribadi)

Tak ada penelitian terkait judul ini, tetapi sinyal yang telah terjadi di DKI Jakarta bisa mengungkap jawabannya. Simak uraiannya.

Ada beberapa kejadian yang menarik perhatian menjelang lengsernya Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat. Di antaranya belum jelasnya kapan pelantikan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (artikel di sini), dan tentu saja yang menjadi tren adalah soal karangan bunga yang dikirim oleh sebagian warga DKI ke Balai Kota.

Serupa kejadian setelah pilkada DKI 2017 yang lalu karangan bunga dikirim dari berbagai kalangan, dari warga DKI, relawan, pengusaha dan bahkan dari Uno Family yang diduga kuat berasal dari keluarga Sandiaga Uno. Semua bernada sama mengucapkan terima kasih kepada Ahok-Djarot yang telah bekerja keras dan baik memimpin Jakarta dari 2012-2017 dan menyampaikan selamat kepada Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Ucapan farewell itu ternyata juga untuk Pak Jokowi (sekarang Presiden RI ke-7) yang dua tahun memimpin Jakarta (15 Oktober 2012 - 16 Oktober 2014). Mereka --yang mengirimkan bunga-- tak lupa pula menulis pesan yang --menurut saya-- menyejukkan dan bernada positif. Beberapa contoh ucapan itu di antaranya:

- "Terima kasih gubernur 2012-2017 Jokowi-Ahok Ahok-Djarot #kitagaklupa" (Relawan Badja)

- "Terima kasih BADJA. Standard Gubernur Ideal Telah Tercipta" (Kristi Chai, dkk)

- "Terima kasih Pak Djarot dan Pak Ahok. Semoga Kepemimpinan Anda Menjadi Inspirasi" (Uno Family)

Detik mengungkap, salah satu pengirim bernama Eka, mengaku mengirimkan bunga untuk mengapresiasi kinerja Ahok dan Djarot. Ia mengungkapkan selama ini puas atas kinerja pasangan tersebut.

"Saya kirim karena saya cinta Ahok dan Djarot. Pejabat yang terbaik," kata Eka saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Semula saya sempat bertanya-tanya dalam benak dan hati: lho sekarang yang mau lengser khan Gubernur Djarot Saiful Hidayat (9 Mei 2017 - 15 Oktober 2017), bukan Gubernur Ahok lagi. Pak Ahok khan sudah mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI pada 23 Mei 2017 yang lalu karena kasus hukum yang menimpanya, masa jabatan Pak Ahok dari 19 November 2014 - 15 Juni 2017, tapi kok ucapan farewell-nya disandingkan dengan nama Pak Djarot?

Saya melihat sebagian besar warga DKI demikian beratnya ditinggal oleh Jokowi-Ahok-DJarot. Mereka mewujudkan dan menumpahkan perasaan hatinya atas kecintaan mereka itu melalui karangan bunga. Mereka terlibat secara emosional dengan pemimpinnya. Jika sudah demikian, ini merupakan tanda-tanda yang baik. Ke depan warga DKI akan lebih kritis, dewasa, partisipatif dan sense of belonging pada Jakarta akan lebih tinggi. Ini akan menciptakan pembangunan yang partisipatif.

Selama kepemimpinan Jokowi-Ahok-Djarot, warga Jakarta disuguhi transparansi kegiatan Pemerintah DKI yang tak pernah ada di era gubernur sebelumnya. Setiap rapat kerja diunggah di Youtube, sehingga warga DKI jadi tahu apa yang terjadi. Warga bisa menemui gubernurnya dengan mudah, karena gubernurnya menyediakan waktu untuk mendengarkan langsung keluh kesah warganya. Pak Jokowi bahkan blusukan menemui warga untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi dengan warga yang dipimpinnya, di samping memeriksa pekerjaan anak buahnya serta turun langsung bekerja bersama anak buahnya.

Saya pikir Anies-Sandi perlu melanjutkan model kepemimpinan partisipatif tersebut. Bukankah Anies-Sandi salah satunya berjanji untuk merangkul semua ras serta agama dalam melakukan pembangungan Jakarta?

Di antara karangan bunga itu ada karangan bunga yang dikirim --diduga keras-- oleh atas nama Uno Family. Jika itu benar berasal dari keluarga Sandiaga Uno sang wakil gubernur baru, ini terasa melegakan. Apalagi itu bersifat pribadi bukan formal. Kalau formal ucapan itu menjadi basa-basi biasa, memang harus begitu, tapi jika secara pribadi lebih sesuatu banget.

Karangan bunga yang diduga berasal dari Keluarga Sandiaga Uno (darirakyat.com)
Karangan bunga yang diduga berasal dari Keluarga Sandiaga Uno (darirakyat.com)

Kalimat dalam karangan bunga itu tertulis "Terima kasih Pak Djarot dan Pak Ahok. Semoga Kepemimpinan Anda Menjadi Inspirasi."

Kalimat itu singkat namun maknanya dalam. Makna yang bisa saya tangkap salah satunya adalah Sandiaga Uno mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Ahok-Djarot terhadap Jakarta ada benarnya dan itu menjadi inspirasi buatnya selama ia akan menjalankan kepemimpinannya.

Mereka khan rival? Rivalitas boleh saja, yaitu rivalitas dalam memperbaiki Jakarta menjadi lebih baik, rivalitas untuk menjadikan warga Jakarta aman dan nyamun itu harus. Namun rivalitas yang bermakna bersaing menjadi dan menduduki posisi puncak di Jakarta itu terbatas. Rivalitas jenis ini tak boleh abadi. Ya, saat ini, rivalitas jenis itu sudah selesai. Baku unjuk program terbaik, baku bully, baku nyinyir dan nyonyor, baku serang pun sudah harus berhenti. Pilkada 2017 sudah diketahui pemenangnya. Ahok-Djarot sudah menyatakan secara ikhlas menerima kekalahannya. Anies-Sandi sebagai Gubernur dan wakil gubernur yang baru akan meneruskan pekerjaan Ahok-Djarot. Pak Sandi menyatakan bahwa Pak Djarot cukup membantu dalam masa transisi kepemimpinannya. Para pendukung masing-masing kubu hendaknya bersatu. Kini saatnya warga Jakarta rukun kembali. Kini saatnya bekerja.

Tak pernah terjadi di wilayah lain kejadian seperti ini selain di DKI Jakarta. Sedikit pun tak pernah saya mendengar ada karangan bunga sebanyak itu dikirimkan oleh warga suatu wilayah propinsi kepada gubernurnya yang akan lengser. Ini suatu hal yang baru dan bisa diartikan bahwa warga DKI zaman now lebih care dan lebih apresiatif pada pemimpinnya, lebih jauh lagi terbaca bahwa warga lebih menyadari sedemikian berharganya pemimpin buat kehidupan mereka. Tentu saja terutama pemimpin yang memang bekerja keras dengan baik dan memuaskan hati mereka. Peristiwa pemilihan dan pergantian pemimpin adalah peristiwa dalam lingkup peristiwa politik karena itu karangan bunga yang terkirim bisa jadi mengungkap kesadaran politik warga DKI yang lebih tinggi.

Semoga.

-------mw-------

Sumber Bacaan

  1. Detik
  2. Dari Rakyat1
  3. Kompas