Edi Susanto
Edi Susanto wiraswasta

Pernah bekerja sebagai wartawan harian, kontributor televisi swasta, kini nunggui punggung Bukit Barisan Sumatra

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Tukang Foto juga Butuh Pemanasan

4 November 2017   20:57 Diperbarui: 4 November 2017   21:33 1198 7 6
Tukang Foto juga Butuh Pemanasan
Raf yang makin trengginas I Foto OtnasusidE

Melihat petenis Lahat berlatih di Pelatda untuk Porprov Sumsel 2017 sungguh mempesona. Mereka berjibaku di Lapangan Tenis Tiara Lahat pagi, siang dan sore. Terik matahari dinikmati. Lelah dinikmati. Haus dinikmati. Kulit menghitam dinikmati.

Sebelum latihan, sang pelatih, Mas Wit dan Om Vel biasanya meminta pada petenis baik putra maupun putri untuk melakukan pemanasan. "Jangan malas. Nanti ototmu yang sakit. Ayo pemanasan lah dulu. Bagaimana mau main dengan kekuatan dan daya tahan kalau ototmu tidak dipanaskan terlebih dulu. Terkejut. Kram nanti," kata Mas Wit.

Petenis pun biasanya lari kecil dan kemudian sprint serta melakukan senam pelemasan otot untuk kepala badan tangan dan kaki. Setelah itu baru melakukan pukulan yang ringan dan kemudian baru melakukan pukulan yang keras.

Diriku yang biasanya membawa satu tas hitam berisi dua kamera dan dua lensa plus satu blitz ditambah batere kamera dan asesoris tambahan pagi itu langsung tune in mengambil petenis berlatih. Sambil menyelempangkan tas di pundak kanan, akupun mengambil gambar. Baru mengambil beberapa petik tiba-tiba pundak kananku terasa sakit.

Sakitnya sampai aku mengaduh. "Kenapa Om?" tanya Mas Wit. "Tiba-tiba sakit otot di pundak kananku," kataku.

Akupun duduk di bangku. Beristirahat. Padahal aku ingin mengambil gambar petenis sedang melakukan servis.  Aku masih butuh gambar ketika petenis sedang melakukan ground stroke. Aku ingin ketika petenis sedang melakukannya ada bola di depannya.

Mengambil gambar seperti itu jelas membutuhkan kesabaran. Tidak bisa satu kali ambil langsung jadi. Apalagi aku baru menyukai mengambil gambar.

Tanganku pun memijit-mijit pundak kananku. Mas Wit yang melihat tingkahku lalu meminta Om Vel untuk memimpin latihan. Ketika tangan Mas Wit memegang pundakku. "Tadi tidak pemanasan dulu sih. Ini ototnya kram," katanya.

Lepas deh gambar keren pagi ini pikirku. Walah coba aku panggil Mbah Jarwo yang jaga mess, infonya si mbah bisa ngurut. Aku pun menelpon si mbah. "Mbah bisa ke lapangan tenis. Ini cucumu lagi kram ototnya," kataku. "Yang bener". "Serius".

Si mbah pun datang. "Walah Pak Bos. Siapa yang kram," ujar Si Mbah Jarwo. "Nih," kataku sambil menunjukkan pundak kananku.

Si mbah pun mengeluarkan geliga krim, mencoleknya sedikit  lalu mengurut pundak kananku hingga ke belakang. Rasa hangat meresap ke otot.

Baunya pun tidak menyengat. Hangatnya pas.

Ototkupun tidak terasa kencang lagi. Ketika kugerakkan memutar juga tak terasa sakit lagi.

Om Wit yang melihatku memutar-mutar lenganku pun berkata ,"makanya pemanasan. Atlet saja butuh pemanasan untuk memukul. Lah, tukang foto juga butuh pemanasan. Kamera itu berat apalagi ditambah tele sambil menyandang tas lagi," ujarnya.

Akupun cuma nyengir.  Akupun lalu menggerak-gerakkan kaki dan tangan melakukan pemanasan. Senam ringan. Keringat menetes dan tubuh terasa hangat.

Ketika aku coba menyandang tas lagi dan kemudian mengambil gambar. Pundak tak terasa sakit lagi. Akupun beraksi lagi mengambil para petenis Lahat yang sedang latihan untuk meningkatkan target medalinya dari lima emas menjadi tujuh emas.

Ketika jeda latihan. Mas Wit mendekati dan mengungkapkan kalau ada baiknya untuk membawa geliga krim. "Pemanasan merupakan yang terbaik agar otot tidak kram tetapi kalau kepepet ya bawalah geliga krim agar ketika kram bisa langsung diolesin dan dipijitin sendiri. Aku sendiri bawa kok di tas," jelasnya.

Umur tidak bisa dilawan. Hobi harus jalan terus. Kalau tidak ya kita tidak bisa kreatif. Dalam menjalaninya, harus ada solusi-solusi kecil yang menunjang agar ketika dalam menjalani hobi ada gangguan, bisa diselesaikan.

Pemanasan dengan senam ringan sekarang kuwajibkan sendiri setiap hari agar ketika menjalankan hobi memotret tidak lagi terkena kram otot di pundak dan tangan. Bolehlah geliga krim masuk dalam tas hitam selain dua kamera dan dua lensa, batere tambahan dan blitz serta asesoris.

Sebelumnya yuk check it dot gaya petenis Lahat di lapangan.

Aji kejar terus ya tu bola I Foto OtnasusidE
Aji kejar terus ya tu bola I Foto OtnasusidE

Eko bolanya ditabrak saja ya I Foto OtnasusidE
Eko bolanya ditabrak saja ya I Foto OtnasusidE

Van tarik yang dalam I Foto OtnasusidE
Van tarik yang dalam I Foto OtnasusidE

Uci ayo semangat I Foto OtnasusidE
Uci ayo semangat I Foto OtnasusidE

Yul awas bolanya I Foto OtnasusidE
Yul awas bolanya I Foto OtnasusidE


Salam Olahraga

Salam Kompasiana

Salam Kompal